9JKL Drama Komedi yang Sarat Pesan Moral


Assalamualaikum Sobat Bunda,
Pagi ini, setelah tugas negara menyiapkan keberangkatan orang-orang tercinta ke kantor dan sekolah selesai, sementara Tuan Putri kecil masih tertidur pulas di kamar, inilah saatnya Bunda selonjoran sarapan sambil nonton TV tanpa terinterupsi acara kartun, hwkwkwkk...

Setelah cari-cari channel TV yang menarik, akhirnya terdamparlah di channel FOXLife, yang kebetulan menayangkan drama komedi berjudul 9JKL.
Sekilas akan saya jelaskan tentang drama komedia 9JKL ini. Drama komedi ini cukup menarik karena mengangkat tema-tema ringan dalam kehidupan sehari-hari. Meski dibawakan dengan dialog-dialog dan ekspresi wajah yang konyol, namun banyak memberikan pesan moral di dalamnya.

Drama komedi ini menceritakan sebuah keluarga dalam 1 gedung yang sama, namun berbeda unit apartemen. Di unit apartemen pertama tinggal Mr. Harry Roberts dan Mrs. Judy Roberts. Pasangan yang menikmati usia senja dengan bahagia dan sedikit bumbu-bumbu pertengkaran kecil. Sementara di unit apartemen kedua, tinggallah Andrew Roberts (anak pertama dari Mr dan Mrs Roberts) bersama istri (Eve Roberts) dan bayi kecilnya. Andrew dan Eve sama-sama berprofesi sebagai dokter. Dan di unit apartemen ketiga tinggallah Josh Roberts, anak kedua Mr dan Mrs Roberts. Josh sudah bercerai dengan istrinya, jadi dia hanya tinggal sendiri dan berprofesi sebagai aktor.

Masalah-masalah kecil setiap harinya selalu digambarkan dengan sangat kocak dan menggelikan. Di salah satu potongan episode yang kebetulan saya tonton pagi itu, diceritakan bahwa Mrs. Judy Roberts sedang mengeluh tidak enak badan. Kemudian menantunya, Eve, menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter dan menjalani general check up. Tapi, sesuai tipe orang tua kebanyakan, selalu merasa lebih baik tidak tahu sedang sakit apa, daripada tahu penyakitnya kemudian jadi beban pikiran terus-menerus hingga menurunkan kualitas dan produktivitas hidupnya.

Akhirnya dengan segala cara, Andrew mengajak Mrs. Judy Roberts untuk menjalani general check up, dan berhasil. Namun, hingga di klinik tempat mengambil darah, Mrs. Judy menolak diambil darahnya. Sebagai anak, Andrew berusaha membujuk dan mengajak Mrs. Judy berdialog agar mau diambil darahnya. Dengan segala obrolan dan guyonan akhirnya Mrs. Judy Roberts tanpa terasa telah berhasil diambil darahnya.

Setelah hasil general check up keluar, ada salah satu angka hasil lab yang menunjukkan ketidaknormalan. Hal ini bisa disebabkan karena proses pengukuran yang salah atau memang terdeteksi adanya penyakit/gangguan tertentu. Untuk memastikan kembali, maka Mrs. Judy disarankan mengulang proses pengambilan darah.

Selama rentang waktu menunggu hasil pengambilan darah yang kedua, Mrs. Judy merasa bahwa dia memiliki penyakit tertentu dan mulai mempersiapkan diri menghadapi kematian. Misalnya, membagikan set piring kesayangan pada menantunya, Eve, kemudian meminta maaf pada beberapa teman lamanya yang pernah dia sakiti, berubah menjadi istri dan ibu yang perilakunya jauh lebih baik, dan sebagainya. Otomatis kondisi tersebut membuat seluruh keluarga heran dan merasa aneh dengan tingkah laku Mrs. Judy yang sangat mellow dan mendadak sangat bijaksana. Justru di situlah letak aneka kekonyolan terjadi.

Terlepas dari detail jalan cerita seutuhnya, pada episode tersebut dapat dipetik hikmah atau pelajaran, bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Tanpa memandang usia, masih muda atau sudah tua. Dicontohkan oleh Mrs. Judy, untuk mempersiapkan kematian yang dianggapnya akan segera menghampiri, dia mulai mengubah perilakunya menjadi jauh lebih baik, mulai mengakui dan meminta maaf atas kesalahannya di masa lampau, dan mengisi sisa usianya dengan berbuat pada orang-orang di sekitarnya, dan masih banyak lagi kebaikan yang dapat dilakukan. Intinya, setiap manusia memiliki salah dan dosa yang tidak dapat dihindari sepanjang hidupnya. Dengan selalu mengingat kematian, kita akan menjadi insan yang selalu berusaha memperbaiki diri, introspeksi diri, dan semakin mawas diri agar tidak terjerumus pada kesalahan dan dosa baru yang dibuat.

Nah, itu sekelumit hikmah dari tontonan ringan yang kebetulan saya saksikan. Semoga bisa memberi pelajaran untuk saya pribadi khususnya dan untuk pembaca semua pada umumnya, agar menjadi insan yang selalu berbenah diri berupaya menjadi lebih baik, lebih baik lagi, dan jauh lebih baik setiap hari, seiring berjalannya waktu dan berkurangnya jatah usia di dunia ini.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca dan semoga bermanfaat, Sobat Bunda!

PESAN (Pekan Sarapan Nasional), Sudahkah Anda Sarapan Hari Ini?


Assalamualaikum Sobat Bunda,

I'm not hate monday, yeayy!!!
Kenapa saya awali dengan statement itu? Karena ini hari senin, dan senin identik dengan ikhtiar melawan malas untuk kembali beraktivitas (kerja, sekolah, dll), dan saya ingin mengajak sobat Bunda semua untuk tidak membenci hari Senin dan semakin produktif dalam beraktivitas. Salah satu upaya untuk semakin bersemangat dan produktif mengawali hari, yaitu sarapan yang bergizi. Nyambung gak sih? Yaudah lah, disambung-sambungin aja ya, hahaha.
Intinya, saya mau bahas tentang sarapan, uwis kui thok, gawe pembukaan kok mubeng-mubeng yo?!?!? Hwkwkwkwkk...

PESAN, bukan kata 'pesan' seperti yang tertulis di KBBI, yang artinya amanat, perintah, permintaan, atau nasihat lho, ya. Pesan di sini maksudnya akronim dari Pekan Sarapan Nasional. Kapankah itu? Untuk tahun ini, PESAN dilaksanakan pada 14-20 Februari 2019. Wow barengan sama Valentine Day, dong. Entahlah, saya gak paham soal valentine, soalnya saya juga gak ngerayain, saya taunya 14 Februari itu bertepatan dengan tanggal saat saya dilamar secara pribadi sama calon suami saya, 9 tahun yang lalu, hihihi.

Oke, lanjut bahas PESAN aja ya, jangan bahas saya dilamar, hahaha.
PESAN ini dideklarasikan oleh 4 organisasi yang bergerak dalam penanganan masalah pangan dan gizi, yaitu:
  1. Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI),
  2. Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia,
  3. Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI)
  4. Perhimpunan Dokter GIzi Klinik Indonesia (PDGKI)

Pendeklarasian ini dilakukan di Jakarta pada 14-20 Februari 2013, jadi sudah 6 tahun yang lalu ya. Lalu, mengapa pemerintah harus capek-capek membuat pekan sarapan untuk rakyatnya? Sarapan aja pake disuruh-suruh, memangnya pada gak suka sarapan ya? Mungkin itu yang ada di benak teman-teman, termasuk saya waktu pertama kali tahu soal PESAN ini. Bukannya begitu, maksudnya diadakan PESAN ini dalam rangka selalu mengingatkan masyarakat Indonesia akan pentingnya sarapan dalam aktivitas sehari-hari.

Menurut informasi, PESAN ini dilaksanakan berdasarkan hasil kajian-kajian yang menunjukkan bahwa kebiasaan masyarakat Indonesia sangat buruk, dari segi jumlah porsi maupun jenisnya. Sedih, ya! 

Memang berdasarkan hasil penelitian terkini, anak usia sekolah dan remaja sebanyak 16,9-59% tidak terbiasa sarapan pagi. Sedangkan pada orang dewasa sebanyak 31,2% yang tidak terbiasa sarapan. Sebanyak 44,6% dari anak yang terbiasa sarapan belum menerapkan sarapan yang sehat dan bergizi, jadi cuma asal sarapan saja. Asal sarapan itu gimana sih? Misalnya, bangun kesiangan, mandi dan siap-siap. Karena waktu mepet, keburu telat, akhirnya nyomot aja sekeping biskuit terus minum kopi, terus udah kabur ke sekolah/kantor/tempat aktivitas hariannya. Nah gitu tuh yang dimaksud cuma asal sarapan aja, tidak memerhatikan komposisi kandungan gizi dan jumlah porsinya.

Secara gampang nih, sarapan itu harus memenuhi 25%-30% kebutuhan kalori harian masing-masing individu. Lantas, berapa sih kebutuhan kalori asupan gizi harian kita? Kalau mau akurat dan spesifik ya kudu dihitung, dong. Banyak faktor yang memengaruhinya, misal jenis kelamin, aktivitas fisik, berat badan, tinggi badan, kondisi kesehatan secara umum, dan sebagainya. Nah, kalau mau yang praktis tapi secara umum saja (tidak spesifik dan tidak detail), yaaa kira-kira aja kebutuhan harian orang dewasa standarnya 1500-2000 kalori.

Kalau ambil contoh kebutuhan asupan gizi harian 2000 kalori, berarti untuk sarapan saja kita membutuhkan sebanyak 25% dari 2000 kalori, yaitu 500 kalori, ya. Nah, 500 kalori itu terwakili dari makanan apa saja? Yuk, kita lanjut penjelasannya.

Asupan sebanyak 500 kalori itu tidak bisa terpenuhi hanya dengan segelas kopi/teh dan 1-2 keping biskuit lho ya, harus diingat itu Bund/Bu/Mam/Mih/Mak... Untuk memenuhi kebutuhan sarapan 500 kalori itu, kita bisa menyantap 1 porsi nasi dengan lauk lengkap (lauk lengkap di sini maksudnya beneran lengkap dari segi jenis dan jumlah ya). Misalnya, nasi putih, sayur sop, tempe goreng, telur dadar, segelas susu, dan sepotong buah berukuran 100 gram. Nah, lengkap kan.

Kalo jenis sarapan ala western, bisa diwakili dengan roti isi (sandwich, kalo bahasa bulenya). Roti gandum dioles butter, kemudian ditambah isian daging/ikan/ayam, ditambah tomat dan sayuran lain (lettuce, timun, bayam, dll), kemudian diberi mayonnaise/saus tomat/jenis saus lainnya. Dilengkapi dengan segelas susu, dan buah-buahan segar. Jika ingin yang lebih praktis, cukup semangkuk sereal/oatmeal, diberi potongan buah segar, kemudian disiram susu. Tambahkan jus buah sebagai pelengkap.

Intinya, sarapan tidak boleh dilewatkan apa pun alasannya. Waktu makan terpenting adalah saat sarapan, mengapa? Karena sarapan menyediakan energi untuk memulai hari dan beraktivitas. Menunjang kemampuan berpikir, bekerja, dan seabrek aktivitas harian lainnya. Selain itu, uniknya, ternyata sarapan membantu tubuh kita berada dalam kondisi normal, tidak terlalu gendut, tidak pula terlalu kurus, kok bisa ya? Karena sarapan mencegah kekurangan atau kelebihan gizi. Itulah mengapa, meski sedang diet jangan pernah menghilangkan sarapan dari jadwal harianmu, ya! Jadi, masyarakat Indonesia memang perlu selalu diingatkan tentang pentingnya sarapan, melalui event semacam PESAN ini.

Buat bunda-bunda, ibu-ibu, mak-emak, mama-mama, mami-mami, umi-umi... Penting untuk diperhatikan ya. Jangan lupa sediakan selalu sarapan sehat dan bergizi dengan porsi dan jenis yang lengkap untuk keluarga kalian, demi mencetak generasi penerus bangsa yang sehat dan memiliki performa prestasi optimal nan gemilang.

Siapin sarapan lengkap saat pagi hari bikin ribet gak sih? Gak juga. Semua bisa diatur dan bisa dipersiapkan sejak malam sebelumnya. Misalnya nih, ingin menyediakan sarapan dengan menu nasi dan sayur tumisan serta ikan goreng. Siapkan sayuran dan bumbu untuk tumisan semuanya pada malam sebelumnya. Potong-potong semua sayur seolah-olah akan dimasak saat itu juga, tapi jangan dicuci ya. Karena akan memicu pembusukan yang lebih cepat. Setelah dipotong-potong, masukkan dalam kontainer plastik kedap udara. Begitu pula bumbunya, semua sudah dikupas dan dipotong-potong kemudian masukkan ke kontainer kedap udara. Simpanlah dalam kulkas. Keesokan harinya, setelah selesai shalat Subuh, kamu siap mencuci aneka sayuran kemudian mulai menumisnya. Sayur tumisan merupakan pilihan masakan yang cukup praktis sekaligus sehat, karena tidak butuh waktu pemasakan yang lama dan hanya membutuhkan bumbu yang minimalis. Jadi, manfaat utama sayur tetap bisa dinikmati secara optimal di dalam tubuh.

Untuk lauk ikan goreng, jika ingin menyajikan pada pagi hari, jangan lupa untuk mengungkep atau marinade terlebih dahulu dengan bumbu-bumbu pada malam sebelumnya. Kemudian simpan dalam kontainer kedap udara di dalam kulkas. Jadi saat pagi hari hanya tinggal menggoreng, membakar, atau bahkan mengukusnya. Praktis kan!
Untuk nasi, sudah tidak diragukan lagi kepraktisannya, tinggal cuci beras dan masukkan rice cooker, setelah menunggu sekitar 30 menit, nasi hangat nan pulen siap disantap.

So, semua bisa dilakukan lebih praktis dan cepat jika dipersiapkan sejak malam sebelumnya, kan. Pastikan kamu bangun lebih pagi, ya. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak bisa menyajikan sarapan sehat untuk seluruh keluarga.

Selamat berkreasi membuat menu sarapan sehat, Sobat Bunda!

7 Aturan Sosial, Bikin Kamu Nyaman Bergaul!



Assalamualaikum Sobat Bunda,

Setelah bertapa sekian jam dan mendaki gunung lewati lembah (Ninja Hattori kali), akhirnya saya putuskan kali ini akan mengulik tentang aturan dalam pergaulan sosial. Meski tampak sepele, namun ada saja orang yang tidak sengaja atau terpaksa melakukan kesalahan dalam aturan sosial pergaulan sehari-hari.
Aturan sosial ini sebenarnya tidak tertulis, namun sudah menjadi hal yang lazim dalam pergaulan manusia, terutama di dunia Internasional. Karena sudah diterapkan dari generasi ke generasi dengan berbagai budaya dan ras. Jika kita melanggarnya tidak akan ada sanksi berupa denda, hanya sanksi sosial seperti merasa canggung dengan teman dalam pergaulan tersebut, tatapan aneh dari orang sekitar, dan sebagainya yang justru membuat pelaku pelanggaran ini semakin merasa tersudut dan tidak nyaman. Berikut beberapa aturannya:

1. Gunakan "3 magic word" dalam interaksi sosial

Ini sudah menjadi hal yang sangat umum dalam pergaulan manusia. Bahkan sejak bayi, orang tua pasti mengajarkan dan melatih anak-anaknya untuk membiasakan diri mengucapkan "3 magic word". Ketiga magic word itu adalah: terima kasih, tolong, dan maaf (thanks, please, sorry). Sangat mudah diucapkan namun perlu pembiasaan yang konsisten agar menjadi karakter dalam diri seorang anak. Saya pribadi juga mengajarkan magic word tersebut pada anak-anak saya sejak dini.
Menurut pengalaman saya merantau 2 tahun di negeri Kangguru, saya merasa bahwa sebagian orang Asia (kebanyakan orang melayu, Indonesia, India, China) ternyata cukup sulit untuk mengucapkan 3 magic word itu dalam interaksi sehari-hari (seperti di kendaraan umum, di toko, di kampus, di taman, di lift, dan sebagainya) jika dibanding dengan orang-orang bule (orang bule di sini maksudnya non Asia ya, seperti orang Australia, New Zealand, Amerika, Eropa, dan sebagainya).
Orang-orang bule itu sangat mudah menggunakan ketiga magic word tersebut dalam interaksi sehari-hari. Misalnya, saat di halte bus mereka tidak sengaja menyenggol saya mereka langsung meminta maaf (maklum badan saya kan mini, jadi berada di antara orang bule yang segede kulkas 2 pintu gitu seringnya saya kegencet atau kesenggol, meski mereka senggolnya pelan, tapi karena perbedaan dimensi badan jadi berasa ke saya kenceng, hahaha, tapi saya yakin mereka tidak sengaja melakukannya).
Misalnya lagi, saat berpapasan dengan orang bule di tempat umum yang mengharuskan melalui pintu, pasti si orang bulenya akan membukakan dan menahan pintu itu sampai saya selesai masuk/keluar dengan sempurna (make sure saya kagak kejedot), tentunya saya tak lupa mengucapkan terima kasih dong.
Ada lagi saat orang bule berjalan-jalan bersama anjingnya kemudian berpapasan dengan saya yang terlihat mengenakan jilbab, pasti mereka menarik tali leher si anjing agar merapat ke dirinya sendiri dan mengatakan maaf pada saya. Padahal saya sih santai aja jalannya, gak tampak ketakutan dengan si anjing, karena saya tahu si bule sudah menggenggam tali leher anjingnya.
Jadi, mengapa orang bule lebih disiplin mengucapkan terima kasih, tolong, dan maaf sesuai konteks kondisi sehari-hari, dibanding sebagian orang non bule?
Saya sendiri orang non bule kan, Alhamdulillah saya selalu tanamkan dalam pikiran untuk senantiasa mengingat mengucap 3 magic word sesuai konteks kejadian dalam interaksi keseharian saya.


2. Jangan Bertanya Mengenai Hal Sensitif

Nah, ini yang kadang bikin orang jadi super duper baper. Hehe. Orang-orang Indonesia yang terkenal akan keramahannya, terkadang suka berbasa-basi jika bertemu teman, saudara, atau koleganya. Namun, kadang basa-basi ini yang menimbulkan kebaperan tingkat dewa. Bagaimana tidak, biasanya dalam basa-basi itu memasukkan pertanyaan-pertanyaan yang basi banget kalo dipikir, hahaha.
Misalnya nih, kalo masih kuliah basa-basinya ditanya kapan wisuda, kemudian kalo sudah wisuda ditanya kerja di mana, terus tahap setelahnya, sudah mapan dan punya pekerjaan lalu kapan mau menikah.
Ketika sudah menikah, ditanya kapan punya anak. Saat sudah punya anak pun, masih ditanya kapan punya anak kedua, ketiga, dst. Basi banget, kan?
Padahal semua jawaban dari pertanyaan itu tadi membutuhkan campur tangan takdir dari Yang Maha Kuasa, tidak hanya ikhtiar manusianya saja. Setiap orang pasti sudah berikhtiar yang terbaik, namun takdir tidak bisa ditolak, ya kan.
"Setiap manusia menghadapi medan pertempurannya sendiri,
tak perlu risau bagaimana dia akan menghadapinya,
Tuhan sudah menyertakan akal pikiran,
untuk membuatnya kuat menghadapi medan pertempuran itu."
-Bundamami-
Perlu diingat, setiap manusia memiliki medan pertempurannya sendiri, memiliki permasalahan masing-masing. Tidak ada manusia yang bebas dari masalah. Jika memang orang itu ingin memberitahu masalah dirinya pada orang lain, dia akan menceritakannya sendiri, tak perlu diinvestigasi dengan aneka pertanyaan tadi.
Jika orang tidak ingin membicarakan topik tersebut, berarti memang topik itu membuatnya tidak nyaman untuk dibahas. Tak perlu dipaksa untuk menjawab pertanyaan basa-basi dan konyol tadi, ya.
Oiya, satu lagi pertanyaan sensitif yang tidak perlu ditanyakan yaitu usia dan berat badan. Terutama pada wanita, tolong jangan tanyakan itu jika kamu ingin selamat, hahaha.

3. Jangan Menatap Aneh Orang yang Sedang Mengalami Masalah

Pernah melihat seseorang tidak sengaja menyenggol dan menjatuhkan tumpukan snack di supermarket? Jika memang berniat ikut membantu membereskan, segera dekati dan tawarkan bantuan. Jika tidak berniat membantu, segera tinggalkan dan jangan berlama-lama memberi tatapan aneh yang menyudutkan dan membuat orang semakin panik serta merasa bersalah.
Contoh lain, seorang ibu dengan balita yang sedang tantrum di tempat umum, jangan memberinya tatapan aneh dan menghakimi. Cukup tinggalkan saja, sang ibu biasanya sudah memiliki pola dan strategi untuk menyelesaikan sendiri kebiasaan tantrum anaknya. Jika kamu berlama-lama menatapnya, akan membuat ibunya tidak nyaman dan balita tersebut semakin menjadi-jadi tantrumnya.

4. Tahu Diri Jika Ditraktir

Sesekali ditraktir makan oleh teman, saudara, atau kolega memang menyenangkan, namun tetap harus ada sopan santunnya, ya.
Jika ditraktir makan, mintalah si pentraktir untuk memilihkan menu untuk kamu. Dilarang protes apapun yang dipesankan, kecuali memang berkaitan dengan gangguan kesehatan yang kamu miliki, misalnya gak ngopi karena hipertensi, maka tolaklah secara halus dan jelaskan alasannya dengan jujur.
Jika pentraktir menyerahkan pemilihan menu padamu, pilihlah menu dengan harga murah atau standar. Jangan memilih menu yang paling mahal, mentang-mentang ditraktir/gratis.
Jika ditraktir bayar taksi atau menonton film, jangan lupa next time gantian kamu yang mentraktir temanmu itu.

5. Perhatikan Aturan Mengobrol

Ini nih, hal penting yang sering terlupakan. Jika kita sedang berbicara dengan teman, sering kita tidak sabar ingin segera menanggapi atau bertanya tentang sesuatu dalam topik pembicaraan kita.
Nah, perlu diingat bahwa kita harus menahan diri untuk tidak menginterupsi/memotong pembicaraan orang, jika tidak benar-benar darurat.
Darurat di sini, contohnya ketika kita tidak memotong pembicaraan tersebut akan terjadi sesuatu yang mengancam jiwa, seperti memberitahu teman yang berbicara bahwa ada kendaraan bergerak ke arahnya dan kemungkinan akan menabrak dia, maka kita diperbolehkan memotong pembicaraannya. Atau bisa juga, ketika kita kebelet buang air kecil, sementara teman kita masih berbicara panjang kali lebar kali tinggi, maka kita bisa segera memotong pembicaraan tersebut, agar tidak terjadi insiden toilet pindah ke tempat kita berbicara alias ngompol, hehe.
Untuk pembicaraan melalui telpon, selain kita tidak boleh memotong pembicaraan kecuali darurat, ada juga aturan menelpon orang lain.
Jika kamu menelepon orang lain, pada panggilan pertama tidak ada jawaban, maka kamu hanya boleh menelepon lagi berturut-turut maksimal 2 kali. Setelah 2 kali tetap tidak ada jawaban, maka hentikan. Pastinya orang tersebut punya alasan penting lain sampai dia tidak bisa menjawab teleponmu. Beri jeda waktu. Jika memang benar-benar penting, tentunya dia akan menelepon balik saat dia sudah tidak sibuk. Atau kamu dapat menelepon lagi selang 2 jam berikutnya.
Selain kedua aturan mengobrol di atas, ada 1 aturan lagi, yaitu tataplah orang yang sedang berbicara denganmu. Jangan berbicara dengan orang lain sambil memainkan ponselmu. Hal itu sangat tidak sopan. Saat berbicara dengan orang lain, beri respon di waktu yang tepat dan tidak menghakimi. Jangan lupa gunakan pilihan kata yang baik dan sopan, ya.

6. Beri Pujian di Depan Umum & Beri Kritik/Nasihat Secara Pribadi

Aturan satu ini masih juga banyak yang melanggar. Entah karena belum tahu, tidak sengaja karena kondisi dan situasi, atau memang sengaja melakukannya untuk tujuan tertentu. Bahkan ulama besar pernah menuliskan,
"Nasihatilah diriku di kala aku sendiri.
Jangan kau nasihati aku di tengah keramaian.
Karena nasihat di muka umum,
adalah bagian dari penghinaan,
yang aku tak suka mendengarnya.
Jika kau enggan dan tetap melanggar kata-kataku ini,
maka jangan heran jika aku pun enggan mematuhi nasihatmu."
-Imam Syafi'i-
Dari quote itu kita bisa tahu, bahwa setiap manusia pasti enggan dinasihati di hadapan orang lain. Siapapun dan apapun alasannya, semua sama, enggan dipermalukan di muka umum. Untuk itu, penting diingat bahwa jika ingin menasihati atau menyampaikan kritik, sampaikanlah secara pribadi, jangan di depan orang lain.
Di era zaman now ini, yang dimaksud muka umum sama saja dengan medsos ya. Jika memang ada informasi yang harus diluruskan, maka sampaikan pesan pribadi langsung pada orang yang dimaksud. Jangan menyampaikannya di grup WA, atau di postingan Facebook atau Instagram, dan sebagainya.
Hal ini berlaku sebaliknya terhadap pujian. Jika memang seseorang layak mendapat pujian, maka sampaikanlah di muka umum atau khalayak ramai. Karena pujian sifatnya positif, yakni membangun kepercayaan diri orang tersebut dan membuat orang lain bersemangat untuk meneladani kebaikan, kiprah, atau prestasi yang membuat dia layak menerima pujian.
Sebagai emak/bunda/ibu/mama/mami, pernah gak sih kadang kita kelepasan marah/ngomelin anak di hadapan orang lain/di luar rumah?
Saya pernah, biasanya marah/ngomelnya gak kenceng sih, dengan kode mata melotot dan bisikan-bisikan maut, hahaha. Sebenarnya ini sebuah kesalahan. Ya, namanya juga manusia tidak luput dari salah dan dosa, hiks.
Ketika sudah reda amarahnya, saya sering menyesal dan sedih mengingat raut wajah anak saya saat dimarahin. Ya, inilah salah satu kekurangan saya, kurang sabar. Kadang maksud saya ingin segera memberitahu kesalahan anak agar tidak terulang di kemudian hari, dan agar saya gak keburu lupa juga. Kalo sudah sampai rumah, tertumpuk dengan aktivitas lain, terus lupa mau menasihati apa. Jangan ditiru ya buibu, makemak, bubunda, mamama semua. Hahaha.

7. Beri Perlakuan Sama Baiknya pada Semua Orang

Ini maksudnya, kita tidak boleh membeda-bedakan orang ya. Apakah itu CEO perusahaan terkenal, petugas cleaning service, asisten rumah tangga, pedagang keliling, dokter, dan sebagainya, semua berhak diperlakukan secara baik, sopan, dan adil.
Jangan mentang-mentang sedang berbicara dengan seorang CEO lalu kamu melembutkan suara, menunduk dengan hormat, dan sebagainya. Namun ketika memperlakukan petugas cleaning service kamu bentak-bentak kasar, melotot, dan berlaku tidak sopan.
Kamu tidak akan turun derajat atau jabatan jika memperlakukan petugas cleaning service dengan baik, sopan, dan manusiawi. Justru kamu akan mendapat banyak teman dan menarik simpati orang-orang.
Siapapun itu, perlakukanlah dengan objektif, tidak berdasarkan jabatan, harta, kedudukan, apalagi ganteng atau cantiknya, hahaha. Jangan sampai ya.

Nah, itu dia 7 aturan sosial yang tak tertulis, namun ampuh efek sanksi pelanggarannya. Semoga kita semua bisa istiqomah dan konsisten dalam mematuhi aturan itu, di manapun serta dalam kondisi apapun. Aamiin.


Tulisan ini diikutsertakan dalam Challenge SETIP with Estrilook #day6

MSG Bikin Bodoh, Mitos atau Fakta?


Assalamualaikum Sobat Bunda,
Hai halooo, apa kabar sob? Musim hujan gini enaknya santai di rumah sambil makan mie instan hangat dan pedas. Yummy... What a perfect combination!
Eiits tunggu dulu, kalau musim hujan berarti hujannya hampir tiap hari, dong? Lantas apa kudu makan mie instan tiap hari juga? Yah, gak sehat dong, kan mie instan banyak MSG-nya. Hmm, sebenarnya MSG itu aman dimakan gak sih? Beneran bikin bodoh ya? Sampai-sampai ada olokan tentang MSG dan bahkan sudah ada film komedinya yang berjudul "Generasi Micin" hehe. Akhirnya sederet pertanyaan terkait MSG pasti muncul di benakmu. Yuk, kita telusuri lebih jauh soal MSG ini.

Sebelum bahasannya kemana-mana, yuk kita tengok dulu sejarah penciptaan MSG ini. Pada tahun 1908, Kikunae Ikeda, seorang ahli kimia di Jepang, sedang makan sup rumput laut. Sambil makan, Pak Ikeda ini berpikir, kenapa sup rumput laut ini enak sekali, gurih dan mantap rasanya. Sup rumput laut ini kan terbuat dari dashi, kaldu campuran antara rumput laut dan ikan. Dashi ini banyak digunakan orang-orang Jepang saat makanan yang dimasak tidak menggunakan/minim protein hewani.

Namanya juga ahli kimia, setelah makan sambil berpikir gitu, dia segera bereksperimen mengisolasi senyawa aktif dalam rumput laut (Laminaria japonica) melalui proses penguapan. Keren ya kalo ahli kimia yang makan sambil berpikir. Kalo kita, yang ada makannya jadi lama, setelah itu malah kekenyangan karena gak terasa bolak-balik nambah, hahaha.

Nah, sejak saat itulah, Pak Ikeda memformulasikan rumus kimia yang spesifik rasanya seperti dashi yaitu memiliki karakter rasa 'umami', dalam bahasa Jepang artinya gurih. Jadi, sekarang tidak hanya ada 4 rasa yang dikenali indera pencecap/lidah kita, yaitu pahit, manis, asin, asam, tambah satu lagi yaitu gurih/umami itu tadi.
Setahun kemudian Pak Ikeda berhasil membangun perusahaan untuk memproduksi MSG secara massal, namanya perusahaan Ajinomoto (artinya esensi rasa). Oke, sekian dulu cerita sejarah munculnya MSG, lanjut kita bahas tentang MSG itu sendiri.
MSG (Monosodium Glutamat), atau yang lazim dikenal sebagai micin atau vetsin, ini merupakan senyawa kimia turunan dari natrium L-glutamic acid. Tahu garam dapur yang sehari-hari untuk masak, kan? Nah, MSG ini gak jauh beda dengan garam dapur (NaCl) itu. Pada garam dapur, si natrium menggandeng si clorida, mereka sama-sama punya 1 lengan untuk bergandengan, jadilah NaCl. Sedangkan pada MSG, si natrium menggandeng si glutamat, karena glutamat lengannya ada 2, sedangkan natrium cuma 1 lengan, makanya disebut mono. Jadi, disebut monosodium glutamat yang disingkat MSG dan rumus kimianya C5H8NNaO4.

Sebenarnya, glutamic acid atau asam glutamat ini merupakan asam amino non esensial bagi tubuh kita. Kenapa non esensial? Karena kita gak perlu menambah asupannya dari luar tubuh. Tubuh kita sudah pintar memproduksinya sendiri di dalam. (Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah, sudah bisa produksi sendiri, gak perlu impor dari luar, lho?!?!?)
Glutamat ini memegang beberapa peranan penting dalam metabolisme tubuh serta pembentukan beberapa senyawa protein lainnya. Selain terikat dalam molekul protein, asam glutamat ini ada yang bebas beredar ke seluruh tubuh. Nah, glutamat yang bebas inilah yang biasanya bertugas sebagai penguat rasa (flavour enhancer). Ingat ya, yang saya sebut itu glutamat, bukan MSG. Kalo MSG adalah glutamat yang terikat dengan natrium.

Sebenarnya, glutamat ini selain diproduksi di dalam tubuh manusia, juga secara alamiah terdapat dalam tumbuhan dan hewan, misalnya di dalam tomat, keju, wortel, kentang, daging sapi, daging ayam, seafood, dan banyak bahan makanan lainnya. Bahkan ASI (Air Susu Ibu) pun mengandung glutamat. (ingat, glutamat ya, bukan MSG).
Pernah baca resep tumisan sering diberi tomat? Fungsi penambahan tomat ini, selain bermanfaat untuk menambah vitamin dan mineral ke dalam masakan, juga karena di dalam tomat terkandung banyak glutamat bebas, yang berarti bikin tambah lezat atau enak dalam masakan.


MSG Bikin Mual Muntah?

Pernah mendengar ada keluhan orang mual, muntah, pusing setelah makan masakan yang mengandung banyak MSG? Nah, itu namanya mengalami CRS (Chinese Restaurant Syndrome), sindrom chinese food gampangnya ya.
Kenapa begitu? Karena pada umumnya, chinese food itu menggunakan saus tiram sebagai bumbu andalan, dan jenis bumbu-bumbu lain yang memiliki kandungan glutamat dan MSG yang tinggi. Jadi, mual muntah dan pusing itu disebabkan oleh tubuh yang alergi/hipersensitif/intoleran terhadap glutamat atau MSG.
Seperti alergi susu sapi, sebagian anak mengalami gangguan mual muntah jika mengonsumsi susu sapi, sedangkan sebagian anak lainnya sehat-sehat saja saat minum susu sapi. Hal ini karena terjadi lactose intolerance pada anak yang mengalami mual muntah itu tadi.
Sama halnya dengan glutamat. Orang yang mengalami CRS, dalam tubuhnya memiliki gangguan glutamate intolerance. Glutamate intolerance biasanya menimbulkan gejala berupa mual, muntah, sakit kepala, migrain, rasa kebas, kaku otot leher hingga ke punggung, gatal-gatal, hingga timbulnya ruam kulit. Berbeda-beda pada setiap orang, bergantung pada banyak faktor.


MSG Bikin Bodoh?

Glutamat (glutamat aja lho ya, tidak terikat dengan natrium, jadi bukan MSG) berperan penting dalam metabolisme, salah satunya metabolisme energi dan protein, di seluruh organ tubuh. Khusus di otak, glutamat berperan sebagai neurotransmitter (ibarat kurir, petugas yang menyampaikan signal dari sel saraf ke sel tujuan seperti sel otot, dll.).
Nah, dari situ disimpulkan sementara bahwa kadar glutamat yang berlebih dapat mengganggu kestabilan aktivitas neurotransmitter di otak.

Lanjut, para profesor kembali meneliti dengan seksama. Tepatnya pada tahun 1960 di Washington University, dilakukan penelitian terhadap Tikus berusia 2-9 hari (masih baby banget nih tikusnya). Subjek penelitian (tikus) diberi suntikan MSG dengan dosis luar biasa tinggi (4 gr/kgBB). Ternyata tikus tersebut mengalami kerusakan jaringan otak (duh, kasian banget tuh baby tikus, hiks). Setelah dipublikasikan, penelitian tersebut mendapat banyak komentar kontroversial dari para ilmuwan lain. Penelitian tersebut dianggap tidak valid untuk membuktikan bahwa MSG berbahaya untuk manusia, karena perbandingan dosis dan usia tikus sangat tidak sepadan, jika akan digeneralisir untuk mengambil kesimpulan yang diterapkan pada manusia.

Kemudian, 10 tahun kemudian, tepatnya tahun 1970 dilakukan penelitian kembali oleh ilmuwan lain. Kali ini subjek penelitian menggunakan manusia, yaitu 11 orang dewasa sehat yang diberi asupan gutamat hingga 100 mg/hari selama 42 hari. Selama penelitian berlangsung, pihak peneliti memantau status dan kondisi kesehatan serta efek glutamat terhadap sistem saraf subjek penelitian. Sampai hari ke-42, tidak ditemukan adanya kelainan, gangguan, maupun perubahan struktur maupun fungsi sistem saraf pada 11 orang subjek penelitian tersebut. Semuanya sehat wal afiat.

Nah, dari situ disimpulkan bahwa MSG tidak menyebabkan gangguan kesehatan. Sementara ini pendapat orang mengenai MSG membuat gangguan otak sehingga menyebabkan bodoh, mungkin hanyalah anggapan beberapa orang yang secara khusus mengkaitkannya dengan gejala glutamate intolerance itu tadi. Seperti sakit kepala, migrain, rasa kebas, dan sebagainya.

Perlu diingat juga, ilmu pengetahuan itu dinamis, selalu update dengan adanya penelitian-penelitian terbaru yang terus bermunculan di jagat akademik. Sebagai contoh, dulu Pluto disebut planet, sekarang faktanya Pluto bukan lagi planet.
Bisa saja saat ini penelitian yang merujuk pada MSG itu menyimpulkan bahwa MSG aman dikonsumsi, namun siapa yang tahu jika 10 tahun mendatang ada penelitian terbaru yang menemukan hubungan antara penggunaan MSG dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Wallahua'lam.

Menurut saya pribadi, jika glutamat sudah alamiah diproduksi di dalam tubuh dan bahkan terkandung dalam banyak jenis bahan makanan alami, lantas untuk apa kita menambahkannya dari produk tambahan seperti MSG yang cenderung sintetis?
Jika hanya ingin mendapatkan sensasi 'umami' atau gurih seperti dashi, bisa saja kita tambahkan rumput laut kering secara langsung ke dalam masakan.
Atau jika memang untuk alasan ekonomis tidak mau beli rumput laut kering, tambahkan saja gula dan garam dengan ukuran 1 : 2 (garam 1 ujung sendok kecil dan gula 2 ujung sendok kecil, dengan syarat ukuran sendoknya sama persis), menurut saya itu sudah cukup gurih untuk masakan. Selama ini jika memasak saya tidak menggunakan MSG maupun kaldu bubuk apapun, tapi cukup bumbu dasar dan gula, garam, merica. That's it! Alhamdulillah enak dan bikin nambah lagi dan lagi, tapi yang bilang enak cuma orang rumah lho ya, soalnya belum punya resto, jadi yang menilai cukup orang rumah aja, hehehe.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Challenge SETIP with Estrilook #day5

3 Mitos Seputar Gizi yang Salah Kaprah


Assalamu'alaikum...

Apa kabar kamu? Iya kamu, yang lagi baca tulisan ini... Semoga selalu sehat yaaa...
Di pekan kedua Februari ini, Bundamami mau bahas seputar zat gizi. Kenapa? Karena miris melihat semakin banyaknya artikel yang beredar di dunia maya, maupun melalui broadcast pesan Whatsapp, yang isinya semacam tips tertentu, tapi validitasnya tidak dapat dipertanggungjawabkan, karena terkadang mencampuradukkan informasi yang benar dan salah, sehingga membuat pembaca awam kebingungan.

Dari gambar di atas, kira-kira sudah bisa menebak, apa yang akan Bundamami bahas hari ini? Langsung aja yuk, cekidot guys!

1. Protein

Semua sudah kenal dong dengan makanan sumber protein, ya kan? Ada daging merah, daging unggas, ikan, telur, susu, keju, kacang-kacangan, dan masih banyak lagi. Nah, mitos yang beredar mengenai protein yaitu pola makan tinggi protein dapat memperberat kerja ginjal, bahkan merusak ginjal.
Menurut saya, pernyataan tersebut benar JIKA diterapkan pada pasien dengan gangguan ginjal. Namun, pada orang normal sehat, pernyataan tersebut TIDAK BENAR.
Pada pasien penyakit ginjal sekalipun, tetap membutuhkan protein namun dengan jumlah tertentu yang sangat ketat pembatasannya. Munculnya gangguan ginjal bukan serta merta disebabkan oleh kelebihan protein ya. Ada banyak pemicu lainnya yang menyebabkan gangguan ginjal terjadi, (mungkin next time saya bahas tentang gangguan ginjal di postingan lain). Berikut beberapa fungsi protein yang vital bagi tubuh kita:
  • Sebagai pengangkut hemoglobin dan oksigen ke seluruh tubuh.
  • Komponen utama dalam sistem kekebalan tubuh (imunitas).
  • Berperan dalam kontraksi dan gerakan otot (ingat atlet Ade Rai yang berotot itu, konsumsi proteinnya luar biasa banyak tuh!).
  • Memelihara jaringan tubuh (tulang, otot, darah, saraf, kulit, dll).
  • Membantu kinerja hormon.
  • Memproduksi enzim dalam proses metabolisme.
  • Sangat penting untuk tumbuh kembang manusia di segala segmen usia.
  • Dan masih banyak lagi fungsi protein jika dijabarkan satu-persatu.
Bagaimana mungkin protein yang memiliki sekian banyak fungsi baik bagi tubuh dituduh sebagai perusak ginjal? Kejam nian sama protein, hiksSebagai pecinta makanan berprotein tinggi, saya tidak terima, hahaha.
Lalu pertanyaan yang muncul, bagaimana mengonsumsi protein yang aman?
Pertama, protein itu ada 2 jenis kan, protein hewani dan protein nabati. Bagi orang sehat, semua boleh dikonsumsi, namun dengan jumlah dan jenis dalam batas wajar. Jangan sampai mentang-mentang boleh makan sumber tinggi protein, lalu menghabiskan semur daging, ayam goreng tepung, dan udang bakar dalam 1 kali waktu makan lho ya, bisa kliyengan juga kalau gitu, hahaha. Semuanya yang sedang-sedang saja yaaa. Jangan kebanyakan dan jangan kurang juga. Konsumsilah protein dalam batas wajar dan seimbang.
Kedua, jangan mengabaikan sumber protein nabati juga ya. Karena biasanya orang terlalu fokus pada protein hewani, dan melupakan protein nabatinya. Tahu, tempe, dan kacang-kacangan itu jangan dipandang sebelah mata lho. Meski tampak sepele dan murah harganya, tapi kualitas proteinnya tidak kalah dengan daging sapi, daging ayam, susu, keju, dan lain sebagainya.
Ketiga, bijaklah dalam mengonsumsi protein ya. Seringkali sumber protein datang keroyokan dengan teman-temannya, namanya lemak. Sering lihat kan, daging sapi ada campuran putih-putih sedikit, nah itu dia si teman protein yang harus diwaspadai. Hehehe.
Jika memang ingin mengonsumsi protein, pilihlah daging yang tanpa lemak. Kalaupun sudah terlanjur beli daging dapat yang berlemak, agak repot sedikit gapapa dong, dipisahin dan dibuang lemaknya, demi kesehatanmu sendiri kan.

2. Gula

Nah, gula ini sering banget dijadikan kambing hitam atas beberapa penyakit yang datang menghampiri. Padahal kan, meski menyebabkan penyakit, gula ini juga punya manfaat. Ingat, Tuhan menciptakan segala sesuatu selalu ada hikmah/manfaatnya. Nah, salah satu manfaat gula yaitu sebagai penyumbang kalori yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi sel-sel di dalam tubuh kita.
Ibaratnya mobil, gula itu sebagai BBM-nya. Jika BBM tidak mencukupi maka mobil akan terganggu fungsinya, mogok kan. Sama saja dengan gula di dalam tubuh. Jika kebutuhan energi sel-sel di dalam tubuh kita tidak disuplai oleh gula, maka ada gangguan fungsi sel tersebut. Yang paling mudah tampak dari luar tubuh, ya terasa lemas tak bertenaga dan gangguan fungsi organ lainnya.
Tidak jauh berbeda dengan protein tadi, mengonsumsi gula juga harus dalam batas wajar, seimbang, dan sesuai kebutuhan ya. Jika dikonsumsi secara tepat, insya Allah gula tidak menyebabkan penyakit. Mulai sekarang, jangan sampai stop konsumsi gula ya. Cukup batasi asupannya sesuai kebutuhan yang wajar saja.

3. Lemak

Lemak kayaknya juga jadi musuh besar banyak orang nih, terutama orang-orang yang lagi diet. Disinyalir lemak inilah yang bertanggung jawab terhadap buncitnya perut seseorang. Padahal, lemak tidak salah apa-apa, hehehe. Lagi-lagi saya ingatkan bahwa Tuhan menciptakan lemak juga ada maksud dan manfaatnya, tidak hanya ada mudaratnya saja. Salah satu manfaat lemak yaitu membantu mengangkut vitamin-vitamin tertentu (vitamin larut lemak, vitamin A, D, E, K), sebagai lapisan/bantalan di bawah kulit untuk menstabilkan suhu tubuh. Itulah mengapa orang gendut lebih tahan udara dingin daripada orang kurus, karena ada semacam insulatornya, hahaha.
Lalu bagaimana mengonsumsi lemak agar tetap aman dan sehat? Pilihlah sumber lemak tak jenuh, lemak ini lebih sehat dan aman untuk tubuh, misalnya alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, lemak dari ikan, dan lain sebagainya.
Tetap perlu diingat, segala sesuatunya harus dalam jumlah yang wajar dan seimbang ya. Jangan berlebihan dan jangan pula benar-benar stop tidak mengonsumsi lemak, berbahaya untuk metabolisme di dalam tubuh.

Nah, itu dia ketiga mitos zat gizi yang sering dianggap musuh bagi tubuh, padahal sebenarnya merupakan zat gizi yang masih dibutuhkan tubuh, namun dalam jumlah yang tepat, wajar, dan seimbang. Ingat-ingat yaaa...

Tulisan ini diikutsertakan dalam Challenge SETIP With Estrilook #day4

Cintai Cagar Budaya, Cintai Negerimu!


Assalamualaikum wr wb.


Kali ini saya ingin membahas tentang sebuah buku, judulnya "AKU dan CAGAR BUDAYA, Masa Lalu yang Melebur dalam Kekinian". Buku ini lahir atas kerja sama Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Indscript Creative. Dimulai pengerjaannya pada medio 2018 lalu.

Yang menarik dari proses kelahiran buku ini, adalah dampaknya bagi saya pribadi dan mungkin juga sebagian teman yang bersama-sama terlibat dalam penggarapan buku tersebut. FYI, saya bukan penulis buku ini lho ya, saya hanya salah satu editor yang kebetulan beruntung diajak untuk membantu kelahiran buku tersebut.

Sekitar bulan Agustus 2018, saya dihubungi seorang chief editor, diajak untuk kerja sama editing sebuah buku proyek antara Kemendikbud dan Indscript Creative ini. Setelah tahu bahwa buku ini merupakan proyek antologi, saya sanggupi tawaran kerja sama editing tersebut. Mengapa? Karena seumur-umur saya belum pernah mengerjakan proyek antologi. Biasanya naskah buku atau jurnal yang saya edit berasal dari 1-3 orang penulis, bukan keroyokan seperti antologi ini. Saya sempat surprise saat tahu penulis buku ini sebanyak 30 orang. Saat mengedit buku solo atau duo, saya harus berdiskusi dengan 2-3 orang selama proses editing berlangsung. Nah, apa kabarnya kalau saya harus berdiskusi dengan 30 orang penulis plus 5 orang editor lain? Hahaha. Jadi, di situlah saya merasa tertantang untuk menerima tawaran editing buku tersebut.

Waktu pun berjalan tanpa bisa dicegah (cieeee...), pada awalnya, 30 naskah dari 30 penulis itu dibagi kepada 5 orang editor. Jadi setiap editor mendapat tugas mengedit 6 naskah. Wah ternyata tidak terlalu berat, pikir saya waktu itu. Setelah proses editing berjalan, meski banyak aral melintang dalam proses diskusi dan editing, akhirnya selesai juga.

Setelah sampai pada waktu untuk mengkompilasi seluruh hasil editing dari kelima editor, ternyata saya lah yang "beruntung" mendapat tugas mengerjakannya. Twawawaww!!! Membaca 30 naskah (meski pendek, hanya 6-7 halaman per naskah), namun tiap penulis memiliki kekhasan dan gaya menulis masing-masing yang menurut saya cukup unik. Karena jujur saja, kualitas ke-30 penulis itu tidaklah seragam, namun sangatlah beragam. Jadi, dari kualitas penulis pemula hingga penulis ahli, semua ada, komplit. Termasuk gaya menulis yang sangat beragam pula. Dari gaya penulisan buku diary, novel, jurnal, sampai buku nonfiksi level best seller, semua ada di situ. Bisa dibayangkan gimana saya review-nya? Jungkir balik, (lebay deh). Hahaha. Terlepas dari suka duka perjuangan dalam membidani lahirnya buku tersebut, (termasuk adanya musibah file dalam proses itu), akhirnya Alhamdulillah beres juga. Dan terbit.

Yang ingin saya sampaikan di sini adalah kesan saya setelah selesai mengedit buku tersebut. Setelah membaca semua kisah di dalamnya, saya jadi merasa upgrade ilmu tentang 30 situs cagar budaya. Selain upgrade ilmu, saya juga merasa bertambah kecintaan saya terhadap warisan budaya tersebut.

Hal ini sesuai dengan pepatah "tak kenal, maka tak sayang". Setelah saya mengenal situs cagar budaya, (meski hanya lewat bacaan di buku), saya jadi lebih mencintai situs cagar budaya tersebut. Berawal dari mengagumi keindahannya dari foto, kemudian setelah mengetahui cerita yang melatarbelakangi pembangunan situs cagar budaya tersebut, jadi mengagumi pula pesan moral yang terkandung dalam ceritanya. Hal ini membuat saya semakin bersyukur dilahirkan di Indonesia dengan kekayaan budaya yang sungguh berlimpah. Alhamdulillah.

Tahap selanjutnya setelah saya mengagumi dan lebih mencintai cagar budaya, saya ingin menularkannya kepada orang-orang yang saya cintai. Setelah proses editing itu, saya membuat program untuk keluarga kecil saya di rumah. Minimal sebulan sekali harus mengunjungi museum, situs cagar budaya, atau berwisata edukasi bersama suami dan anak-anak. Saking semangatnya, saya ingin segera memperkenalkan pada anak-anak bahwa Indonesia itu kaya akan budaya. Hehe.

Sebagai langkah awal program mencintai situs cagar budaya ini kami wujudkan dengan mengunjungi beberapa museum yang memiliki lokasi terdekat lebih dahulu. Salah satunya mengunjungi Museum Geologi, pernah saya bahas di sini. Kemudian, museum gedung sate (belum saya tulis, hehe), dan museum pos Indonesia. Ketiga museum tersebut tempatnya sangat berdekatan, tapi kami mengunjunginya di waktu yang berbeda-beda meski berdekatan. Karena objek yang akan dikunjungi memiliki area yang luas dan koleksi benda yang dipamerkan cukup banyak, jadi gak cukup sehari kelilingnya, bisa gempor guys! Haha.

Saat mengunjungi museum dan situs cagar budaya, tak lupa kami menceritakan pula kisah yang melatarbelakangi pembangunan situs cagar budaya tersebut. Atau menceritakan kisah dibalik koleksi-koleksi di museum. Tentunya kami menceritakan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami anak sesuai usianya ya. Setelah sampai rumah, anak-anak kami minta untuk menggambar atau menulis cerita yang berhubungan dengan objek yang baru saja kami kunjungi. Harapannya, selain anak-anak mencintai kebudayaan negeri ini, mereka juga dapat mengasah kemampuannya untuk menulis, menggambar, dan menceritakan kembali kunjungan tersebut, bagian mana yang paling disukai, apa kesannya terhadap situs cagar budaya atau museum yang sudah dikunjungi tersebut.

Nah, sekian dulu sharing kali ini. Semoga ke depannya, saya dan keluarga tetap istiqomah untuk mencintai dan mengapresiasi cagar budaya di negeri ini melalui program kunjungan ke museum dan situs cagar budaya. Kalau bukan kita yang mencintai dan mengapresiasi, siapa lagi?


Tulisan ini diikutsertakan dalam Challenge SETIP with Estrilook #day3

Review: Produk LUNA Aesthetic Jogja


Assalamualaikum...

Kali ini saya akan bercerita tentang sebuah produk skincare. Sebenarnya sudah lamaaaa banget saya merencanakan untuk me-review produk ini, namun karena berbagai kesibukan, akhirnya baru sekarang saya berkesempatan melakukannya.

Produk yang akan saya review ini berupa rangkaian produk skincare dari sebuah tempat klinik kecantikan terkemuka di Jogja, namanya LUNA Aesthetic.
Anak UGM atau UNY yang kos di sekitar daerah Klebengan UGM pasti sudah tidak asing dengan klinik kecantikan LUNA Aesthetic ini.

LUNA Aesthetic memiliki 3 cabang yaitu di Klebengan UGM, Jawos (Jalan Wonosari), dan Muntilan. Ketiganya dikelola oleh Owner yang sama, yaitu dr. Siska NW Victor. Bu dokter cantik dengan 3 anak ini awalnya bekerja di sebuah rumah sakit umum di daerah selatan Jogja. Namun karena passion beliau sebenarnya di bidang klinik kecantikan, akhirnya beliau resign dari rumah sakit umum tersebut dan memulai bisnisnya dengan membuka klinik kecantikan LUNA Aesthetic ini.

Awalnya LUNA Aesthetic dibuka di jalan Wonosari (Jawos) Jogja. Setelah beberapa waktu, melihat banyaknya pelanggan LUNA Aesthetic di area tengah kota Jogja, akhirnya dibukalah cabang di Klebengan UGM ini. Dan yang terkini beliau juga membuka cabang di daerah Muntilan. Jadi kegiatan sehari-hari dr. Siska mengelola dan terjun langsung melayani konsultasi di 3 kliniknya tersebut. Tentunya bergantian per harinya dan sudah ada jadwal tetap untuk masing-masing cabang. Untuk reservasi dan jadwal konsul dengan dr. Siska dapat menghubungi nomor yang tertera di medsos masing-masing cabang, atau bisa kepoin instagramnya di sini.

Nah, untuk pengalamanku pribadi, aku ke klinik yang di Klebengan UGM, karena memang paling dekat dan terjangkau lokasinya. Pertama kali datang ke kliniknya, aku cukup surprise. Lokasi klinik yang strategis, dengan tempat yang tergolong imut (kecil) tapi bisa menghadirkan suasana yang nyaman banget dan dekorasinya cantik, bikin mata betah berlama-lama di sana. Khusus cabang di Klebengan UGM ini, selain perawatan wajah, LUNA Aesthetic juga menawarkan layanan tambahan, yaitu perawatan rambut. Pas banget untuk tempat me time atau girls day out untuk ibu-ibu, emak-emak, mbak-mbak, tante-tante, bahkan nenek-nenek dan gadis cilik. Misalnya ibu dan neneknya melakukan perawatan wajah, bisa sekalian mengajak anak gadisnya untuk perawatan rambut juga, mantap kan. Dalam satu tempat dapat perawatan komplit.

Di kunjungan pertama, saya melakukan perawatan basic saja, karena menurut analisa dari dr. Siska, kulit saya termasuk yang masih oke, tidak ada flek, atau gangguan apapun, hanya sedikit kusam karena sel kulit mati yang tidak terangkat sempurna.
Jadi, dimulailah proses pembersihan wajah saya. Selama proses berlangsung, benar-benar relaks dan bikin ngantuk. Aneka krim atau bahan yang diaplikasikan ke wajah sangat lembut, nyaman, dan adem. Ditambah lagi, mbak-mbak yang melayani proses perawatan sangat sopan, bekerja sesuai prosedur, komunikasi baik, serta lembut dalam meng-handle customer. Menurut saya, hal tersebut menjadi poin plus tersendiri untuk sebuah klinik kecantikan.

Pengalaman saya di masa lalu, pernah melakukan perawatan wajah di klinik kecantikan yang lain (masih di area Jogja juga, zaman saya masih single), saat itu yang saya rasakan mbak yang mem-facial wajah saya agak kasar dalam meng-handle customer, jadi berasa mereka terburu-buru banget, pengen cepat selesai gitu. Mengusap wajah udah kayak mengelap meja makan aja, hahaha...
Berbeda banget dengan mbak-mbak di LUNA Aesthetic, pelayanannya sangat memuaskan dan recommended banget deh.

Untuk perawatan rambut, jujur saja saya belum mencobanya. Mungkin lain kali saya akan mencoba. Kalau dilihat dari fasilitas penunjangnya, kemungkinan memang semuanya sudah recommended ya. Semua peralatannya lengkap dan high technology gitu. Tiap mereka akan menggunakan alat tertentu atau mengaplikasikan krim/sesuatu ke wajah kita, mereka akan menjelaskan dengan detail dari mulai nama alatnya, fungsi/manfaatnya, efeknya, dan lain-lain. Jadi kita paham dan tidak khawatir wajah kita kenapa-kenapa karena efek sampingnya.

Nah, setelah selesai facial dan diakhiri dengan mengoleskan serum (lupa nama dan jenisnya serum apa) agar wajah saya kencang, kenyal, dan glowing gitu, kemudian saya diminta untuk memejamkan mata, beristirahat sekitar 5-10 menit, lumayan bisa power nap sejenak. Selesai power nap, badan kembali bugar, wajah terasa kencang, bersih, segar, dan sehat.

Tibalah saatnya untuk membayar, ternyata biayanya sangat terjangkau, baik untuk kalangan mahasiswa maupun ibu rumah tangga macam saya. Dibanding segala fasilitas dan pelayanannya yang excellent, harga 200-ribuan menurut saya sangat terjangkau dan memuaskan ya.

Kemudian, saya berkonsultasi tentang produk skincare untuk digunakan sehari-hari di rumah. Saya dianjurkan menggunakan skincare yang basic dan sesuai jenis kulit saya yaitu normal agak sedikit kering, karena mengingat kulit saya Alhamdulillah tidak ada masalah lainnya, hanya kusam itu tadi dan solusinya cukup disiplin membersihkan dengan cara yang tepat. Nah, disiplin itu yang sulit, saya sering kelupaan, hihihi.

Rangkaian basic skincare dari LUNA Aesthetic yang sesuai untuk saya, terdiri dari 2 krim, yaitu krim malam dan krim pagi, kemudian facial wash, (so simple isn't it?).
Saya pribadi sangat suka dengan krim malamnya. Bentuk krimnya bening, tidak lengket, wanginya juga saya suka, menenangkan dan adem nyesss gitu. Krim malam ini fungsinya melembabkan dan menutrisi kulit, agar selama kita tidur, kulit dapat mengalami proses regenerasi secara maksimal dan tetap terhidrasi dengan baik. Apalagi kalo tidurnya di kamar menggunakan AC atau minimal kipas angin lah ya, pas bangun terasa agak kering kan?!? Nah, di situlah fungsi kandungan pelembab dalam krim malam ini.
Kemudian krim pagi, selain tetap berfungsi melembabkan, krim pagi memiliki tambahan fungsi yaitu untuk melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. Jadi, kalo keluar rumah dan wajah kita terpapar sinar matahari, bisa pakai krim pagi ini plus make up tipis-tipis lah ya, sudah aman sentosa guys.

Nah, sekian review saya kali ini. May be next time, saya review rangkaian perawatan jenis lain dari LUNA Aesthetic. Tapi tidak dalam waktu dekat ya guys, soalnya saya mampir ke LUNA Aesthetic ini hanya saat mudik. Mohon maaf tidak banyak foto ruangan dan segala peralatan/atributnya, karena saya ingin benar-benar menikmati perawatannya dan relaks, gak mau disibukkan dengan poto-poto. Mungkin lain kali minta dipotoin mbak-mbak LUNA pas saya lagi perawatan, hahaha. Have a nice day guys!

Tulisan ini diikutsertakan dalam Challenge SETIP with Estrilook #day2

Perbaiki Manajemen Waktu, Ikut SETIP Biar Aktip eh Aktif...


Awal bulan Februari ini, saya berniat ikut (lagi) tantangan menulis di blog bersama Estrilook. Setelah 2 challenge sebelumnya (1 di akhir tahun 2018 dan 1 lagi bulan januari kemarin) saya gagal sebelum berperang, hwkwkwkk... tapi tak menyurutkan niat dan semangat saya untuk memiliki blog impian (blog impian saya itu blog yang tampilannya cantik, berisi penuh tulisan bermanfaat, dan ramai dikunjungi orang tentunya).

Alhamdulillah bulan Februari ini Estrilook mengadakan challenge lagi. Alhamdulillah lagi, tantangannya tidak seberat yang kemarin. Kalau kemarin tantangannya One Day One Posting, kali ini Estrilook mengadakan tantangan seminggu 3 postingan, sehingga disingkat SETIP. Nah, salah satu cara mewujudkan blog seperti keinginan saya di atas, ya ikut tantangan seperti SETIP ini.

Filosofi penamaan SETIP menurut Bu Founder Estrilook ini, selain karena akronim dari Seminggu Tiga Postingan, juga karena "setip" artinya merupakan penghapus dalam bahasa Jawa (eraser kalo bahasa Inggris ya guys). Diharapkan semua yang mengikuti challenge ini dapat menghapus segala kemalasan dalam menulis. Termasuk menulis di blog masing-masing. Filosofinya keren, kan Guys?!?

Sedikit flashback ya, kenapa di 2 tantangan sebelumnya saya gagal? Sebenarnya jawaban yang paling tepat hanya satu, yakni karena manajemen waktu saya BURUK. Akar pangkal masalahnya cuma itu, alasan-alasan lain seperti kerjaan editing yang kebetulan sedang masuk peak season (ciee kayak hotel aja lagi peak season, wkwkwkkk, maksud saya kerjaan editing Alhamdulillah lagi penuh dan saya hectic dengan deadline), atau musim penghujan jadi sempat banjir hampiiiir masuk rumah (Alhamdulillah gak jadi mampir tuh banjir), dan lain sebagainya hanya situasi dan kondisi yang kebetulan mampir bersamaan dengan pelaksanaan challenge tersebut.

Jika manajemen waktu saya baik, maka segala situasi dan kondisi yang menghadang tentunya bisa tetap dilewati dan sukses ikut challenge kan?!? Berarti, sekali lagi alasan utamanya memang karena manajemen waktu saya buruk. Titik gak pake koma lagi, wkwkwk.

Dari situ, saya mengambil kesimpulan bahwa saya harus segera memperbaiki manajemen waktu saya. Jadi, saya semangat ikut SETIP ini, kenapa? Karena saya ingin memperbaiki manajemen waktu saya plus menantang diri sendiri untuk mewujudkan blog impian saya itu tadi (tampilannya cantik, berisi penuh tulisan bermanfaat, dan ramai dikunjungi orang tentunya).

Nah, dalam rangka memperbaiki manajemen waktu, saya sempatkan membaca beberapa sumber (beberapa website dan buku) yang menulis tentang manajemen waktu. Dari beberapa sumber yang saya baca, saya menarik kesimpulan bahwa manajemen waktu yang baik dapat dicapai melalui 7 langkah, yaitu:

1. Salat Fardhu: sebagai muslim, kita sangat diuntungkan dengan jadwal salat 5 waktu. Salat fardhu ini mengajarkan kita untuk lebih disiplin dalam manajemen waktu. Bagaimana tidak, 5 kali dalam sehari kita wajib lapor/curhat pada Sang Pemilik Hidup. Dari aktivitas tersebut, tentunya kita jadi dapat memilah-milah waktu dalam sehari, mana yang untuk urusan duniawi dan mana yang untuk urusan akhirat. Sesungguhnya segala hal yang kita lakukan seharian hanyalah selingan di antara menunggu waktu salat fardhu. Iya kan? Katanya, jika disiplin untuk selalu salat fardhu di awal waktu, InsyaAllah segala urusan akan teratur dan tertata rapi dengan sendirinya.
Saya sadar, selama ini saya sering salat tidak di awal waktu, meskipun tidak di akhir waktu juga sih. Di tengah-tengah lah ya, misal salat zuhur jam 1, salat ashar jam4,  itu kan masih termasuk di tengah ya, belum akhir waktu hehehe (ngeles aja). Mulai saat ini saya harus lebih disiplin untuk salat di awal waktu. Insya Allah.

2. Tetap Produktif Selagi Bisa: Apapun kondisinya, usahakan selalu produktif setiap hari selagi bisa. Kenapa? Karena adakalanya kita benar-benar tidak bisa melakukan sesuatu yang sangat ingin kita lakukan ketika Allah menghendaki hal itu. Misalnya ketika sehat kita dapat melakukan segala rencana yang telah kita pikirkan, namun saat sakit kita harus berkompromi dan menunda pelaksanaan rencana-rencana tersebut. Makanya, produktif melakukan segala sesuatu selagi bisa itu penting banget. Menulis selagi bisa. Ketika badan sakit, atau WIFI di rumah mati, atau kuota data habis, atau pemadaman listrik sehingga baterai laptop/hp limited edition, maka kita tidak bisa menulis kan?!? Jadi, jangan sia-siakan waktu untuk dapat produktif ya guys. Jika memang sedang tidak bisa menulis, maka produktiflah dengan hal lain. Misalnya beres-beres rumah, memasak, dan sebagainya. Jadi kalopun tidak ada hasil tulisan hari ini, setidaknya rumah sudah bersih, masakan sehat tersaji, dll. Jangan sampai tulisan tidak ada, rumah masih berantakan, dan masakan yang tersaji hasil beli di warteg depan kompleks (itu aku banget kalo pas anak-anak sakit, hwkwkwkwkkk). Untuk contoh lain, silakan sesuaikan dengan profesi dan aktivitas harian masing-masing ya. Mulai sekarang saya harus mensugesti diri sendiri agar dapat produktif setiap hari. Aamiin.

3. Jangan Menunda: wah lumayan sulit langkah ketiga ini menurut saya. Tapi tidak ada yang sulit jika kita sudah bertekad dan niat yang kuat serta Allah menghendaki. Bismillah. Menunda memang tampak mengasyikkan di awal, namun berubah jadi bencana di akhir. Saya dulu sering terlena dengan panjangnya waktu deadline. Ketika deadline masih 1 minggu, hepi rasanya melakukan hal lain sementara tugas tulisan atau editing belum terselesaikan dan masih santai. Tapi saat waktu deadline kurang 1-2 hari, semua seolah berebut minta dikerjakan, otakpun semacam freeze, gak mau diajak bekerja sama, hwkwkwkk. Jadi, kurangi menunda-nunda ya guys. Bismillah, saya harus menghilangkan kebiasaan buruk menunda-nunda pekerjaan nih.

4. Menghargai Proses: segala sesuatu butuh proses, no instant (kecuali mie instan, hwkwkwk). Menghargai proses sangat penting adanya karena sesungguhnya Allah pun sangat menganjurkan untuk berikhtiar/berproses. Proses yang terjadi dalam ikhtiar itulah yang akan membuat hasilnya lebih barokah. Barokah di sini bisa berarti banyak hal, misalnya membawa banyak manfaat dan tahan lama (everlasting). Ibaratnya investasi yang suatu saat akan kita nikmati hasilnya.
Misalnya, kita bersusah payah menempa diri untuk berlatih menulis setiap hari, hasilnya insya Allah akan kita panen kelak ketika kita sudah semakin mahir menulis atau bahkan menghasilkan deretan karya best seller yang bermanfaat bagi banyak orang. Masya Allah

5. Atur Prioritas: bijaklah dalam memilah-milah aktivitas, mana yang benar-benar penting dan mana yang hanya selingan. Bedakan berdasar prioritas yang benar. Misalnya ibadah dan mengurus keluarga prioritas pertama, kemudian berkarya sekaligus eksis dalam pergaulan medsos, dan lain sebagainya. Jangan sampai kita salah memilah prioritas dalam aktivitas harian kita ya guys.

6. Cepat Namun Tidak Tergesa: nah ini yang saya juga belum bisa. Biasanya kalo saya mengerjakan sesuatu itu agak lama, karena pelan-pelan, hwkwkwkk. Kalo cepat bisa tapi jadi terburu-buru. Nah saya juga masih tahap belajar gimana caranya mengerjakan sesuatu yang cepat namun tidak tergesa.

7. Rajin Evaluasi: kalo evaluasi ini, setiap orang saya kira pasti sering melakukannya ya. Minimal tiap mau tidur pasti pikiran semacam me-review apa yang sudah dikerjakan seharian, trus mulai dipikirkan evaluasi hari ini dan apa rencana esok hari. 

Nah, segitu dulu tips manajemen waktu dari hasil saya mengkompilasi informasi buku dan website yang saya baca. Semoga teman-teman dan terutama saya sendiri bisa mengambil manfaat serta istiqomah melaksanakannya. Aamiin.

Oke, doakan saya sukses mengikuti challenge SETIP bareng Estrilook ini yak.
Kalo kalian juga ingin ikutan, cusss ke FB Grup Estrilook atau kalo ingin baca-baca artikel di Estrilook juga boleh bangeet.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Challenge SETIP with Estrilook #day1

Custom Post Signature