Syarat Kalimat Efektif dalam Teks Eksplanasi

Syarat Kalimat Efektif dalam Teks Eksplanasi


Pada tulisan sebelumnya, saya sudah membahas mengenai sejarah penyuntingan dan proses penyuntingan buku. Nah, di tulisan kali ini saya akan membahas tentang salah satu kesalahan yang kerap muncul dalam job penyuntingan yang saya terima dari klien.


Apakah kesalahan itu? Sudah terlihat dari judul, kan. Ya, kesalahan yang kerap dilakukan para penulis salah satunya, yaitu membuat kalimat yang tidak efektif. Dalam setiap pekerjaan editing yang saya terima dari klien, biasanya saya menemukan beberapa kalimat yang terbaca dan terasa janggal, itulah kalimat tidak efektif. Maka, di situlah jasa saya sebagai editor dibutuhkan. Hehehe. 


Apa saja yang membuat kalimat menjadi tidak efektif? Bagaimana cara memperbaikinya? Apa syarat membuat kalimat efektif? Dan, masih banyak lagi. Semua akan dibahas di sini. Lanjut baca, ya.



Teks Eksplanasi

Sebelum membahas tentang kalimat efektif, kita harus tahu dulu apa itu teks eksplanasi. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), teks eksplanasi merupakan teks yang menerangkan terjadinya proses atau fenomena, yang dirangkai secara berurutan dalam hubungan sebab akibat, berisi informasi yang berdasarkan fakta, biasanya digunakan untuk menjelaskan ilmu pengetahuan, fenomena alam, sosial, atau budaya. 


Dari definisi itu, bisa dipahami apa saja batasan sebuah teks eksplanasi. Jadi, ciri-ciri teks eksplanasi, di antaranya:

  • Menjelaskan terjadinya sebuah proses/fenomena secara sistematis (berurutan).
  • Terdapat hubungan kausalitas (sebab-akibat).
  • Informasi yang disampaikan berisi fakta dan tidak untuk mempengaruhi/mengajak pembaca. 
  • Informasi biasanya seputar fenomena atau ilmu pengetahuan secara ilmiah dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari.


Syarat Teks Eksplanasi
Syarat Teks Eksplanasi

Syarat Utama Membuat Teks Eksplanasi

Setelah mengetahui ciri-ciri sebuah teks eksplanasi, maka kita pun jadi paham apa syarat untuk membuat sebuah teks eksplanasi. Tiga syarat utama dalam membuat teks eksplanasi, yaitu: 


1. Logis

Semua informasi dalam teks eksplanasi harus dapat diterima secara logika. Mengingat informasi yang disampaikan berupa fakta dari sebuah fenomena dan ilmu pengetahuan, maka harus masuk akal dan logis.


2. Hemat Kata

Penyampaian informasi fakta penting tentunya harus singkat, padat, dan jelas. Maka, syarat hemat kata ini menjadi penting untuk dipenuhi. Hemat kata berarti teks tersebut berisi kalimat yang langsung mengena pada sasaran dan tidak bertele-tele. 


3. Padu

Mengingat sebuah teks eksplanasi butuh untuk dipahami secara jelas, maka harus memiliki keterpaduan antarkalimat penyusunnya. Berarti, kalimat-kalimat dalam teks eksplanasi harus memiliki hubungan yang erat dan padu satu sama lain. Hal ini agar pembaca mudah memahami ide/gagasan yang disampaikan dalam teks eksplanasi tersebut. 


Kalimat Efektif
Kalimat efektif harus memiliki struktur yang sepadan.


Kalimat Efektif

Nah, untuk menghasilkan teks eksplanasi yang logis, hemat kata, dan padu, maka dibutuhkan kalimat yang efektif dan benar dari segi struktur maupun maknanya. 


Kalimat efektif merupakan sarana untuk menyampaikan ide/gagasan dari penulis kepada pembaca. Tujuan utamanya agar pembaca mudah menangkap dan memahami ide/gagasan tersebut secara tepat. Jadi, salah satu syarat membuat kalimat efektif, yaitu: 


Struktur Sepadan

Kalimat dengan struktur sepadan dapat mengurangi terjadinya kesalahpahaman antara maksud yang ingin disampaikan penulis, dengan makna yang ditangkap oleh pembaca. Untuk membuat kalimat yang memiliki struktur sepadan, maka sebuah kalimat harus memenuhi syarat sebagai berikut: 


a. Subjek dan predikat yang jelas

Kalimat dengan subjek dan predikat yang jelas dapat disusun dengan cara menghindari penggunaan kata depan/preposisi sebelum penulisan subjek. Preposisi yang harus dihindari, yaitu: dalam, di, kepada, bagi, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dll. 


Contoh:

  • Bagi semua murid kelas 6 harus mengikuti upacara bendera. ❌
  • Semua murid kelas 6 harus mengikuti upacara bendera. ✅


b. Menghindari ambiguitas

Kalimat efektif selalu berupaya agar ide/gagasan dapat dipahami secara tepat sasaran. Jadi, jangan sampai terjadi ambiguitas atau makna ganda. Hindari ambiguitas dengan cara menghilangkan subjek ganda. Mengapa? Karena subjek ganda inilah yang dicurigai membuat makna kalimat jadi ambigu. 


Contoh:

  • Penyusunan laporan pertanggungjawaban itu saya dibantu oleh sekretaris dan bendahara. 
  • Dalam menyusun laporan pertanggungjawaban itu, saya dibantu oleh sekretaris dan bendahara. 

c. Hindari kata penghubung

Penggunaan kata penghubung yang berlebihan dan kurang tepat posisinya, dapat membuat kalimat jadi ambigu atau bahkan membingungkan pembaca. Jika memang harus menggunakan kata penghubung, maka pecahlah menjadi dua kalimat.


Contoh:

  • Kami kehujanan siang itu sehingga kami terlambat hadir di rapat karena harus berganti baju terlebih dahulu. 
  • Kami kehujanan siang itu. Oleh karena itu, kami terlambat hadir di rapat karena harus berganti baju terlebih dahulu. 


d. Hindari kata 'yang' sebelum predikat

Mengapa kata 'yang' dilarang mendahului predikat? Karena jika kata 'yang' mendahului predikat, dapat membuat predikat tersebut kehilangan fungsinya. 


Contoh:

  • Rumah Veronica yang berwarna biru dan terletak di sebelah pos ronda. 
  • Rumah Veronica berwarna biru, di sebelah pos ronda. 



Penutup

Nah, itulah salah satu syarat untuk membuat kalimat efektif. Satu syarat saja dapat menjadi 4 pembahasan, ya. Syarat-syarat lainnya insyaAllah akan saya bahas di tulisan selanjutnya, Gaesss. Stay tuned anf thank you for reading!


Be First to Post Comment!

Post a Comment

Silakan tinggalkan jejak melalui komentar di sini yaaa.
Terima kasih sudah mampir di Bundamami Story.

Custom Post Signature