3 Mitos Seputar Gizi yang Salah Kaprah


Assalamu'alaikum...

Apa kabar kamu? Iya kamu, yang lagi baca tulisan ini... Semoga selalu sehat yaaa...
Di pekan kedua Februari ini, Bundamami mau bahas seputar zat gizi. Kenapa? Karena miris melihat semakin banyaknya artikel yang beredar di dunia maya, maupun melalui broadcast pesan Whatsapp, yang isinya semacam tips tertentu, tapi validitasnya tidak dapat dipertanggungjawabkan, karena terkadang mencampuradukkan informasi yang benar dan salah, sehingga membuat pembaca awam kebingungan.

Dari gambar di atas, kira-kira sudah bisa menebak, apa yang akan Bundamami bahas hari ini? Langsung aja yuk, cekidot guys!

1. Protein

Semua sudah kenal dong dengan makanan sumber protein, ya kan? Ada daging merah, daging unggas, ikan, telur, susu, keju, kacang-kacangan, dan masih banyak lagi. Nah, mitos yang beredar mengenai protein yaitu pola makan tinggi protein dapat memperberat kerja ginjal, bahkan merusak ginjal.
Menurut saya, pernyataan tersebut benar JIKA diterapkan pada pasien dengan gangguan ginjal. Namun, pada orang normal sehat, pernyataan tersebut TIDAK BENAR.
Pada pasien penyakit ginjal sekalipun, tetap membutuhkan protein namun dengan jumlah tertentu yang sangat ketat pembatasannya. Munculnya gangguan ginjal bukan serta merta disebabkan oleh kelebihan protein ya. Ada banyak pemicu lainnya yang menyebabkan gangguan ginjal terjadi, (mungkin next time saya bahas tentang gangguan ginjal di postingan lain). Berikut beberapa fungsi protein yang vital bagi tubuh kita:
  • Sebagai pengangkut hemoglobin dan oksigen ke seluruh tubuh.
  • Komponen utama dalam sistem kekebalan tubuh (imunitas).
  • Berperan dalam kontraksi dan gerakan otot (ingat atlet Ade Rai yang berotot itu, konsumsi proteinnya luar biasa banyak tuh!).
  • Memelihara jaringan tubuh (tulang, otot, darah, saraf, kulit, dll).
  • Membantu kinerja hormon.
  • Memproduksi enzim dalam proses metabolisme.
  • Sangat penting untuk tumbuh kembang manusia di segala segmen usia.
  • Dan masih banyak lagi fungsi protein jika dijabarkan satu-persatu.
Bagaimana mungkin protein yang memiliki sekian banyak fungsi baik bagi tubuh dituduh sebagai perusak ginjal? Kejam nian sama protein, hiksSebagai pecinta makanan berprotein tinggi, saya tidak terima, hahaha.
Lalu pertanyaan yang muncul, bagaimana mengonsumsi protein yang aman?
Pertama, protein itu ada 2 jenis kan, protein hewani dan protein nabati. Bagi orang sehat, semua boleh dikonsumsi, namun dengan jumlah dan jenis dalam batas wajar. Jangan sampai mentang-mentang boleh makan sumber tinggi protein, lalu menghabiskan semur daging, ayam goreng tepung, dan udang bakar dalam 1 kali waktu makan lho ya, bisa kliyengan juga kalau gitu, hahaha. Semuanya yang sedang-sedang saja yaaa. Jangan kebanyakan dan jangan kurang juga. Konsumsilah protein dalam batas wajar dan seimbang.
Kedua, jangan mengabaikan sumber protein nabati juga ya. Karena biasanya orang terlalu fokus pada protein hewani, dan melupakan protein nabatinya. Tahu, tempe, dan kacang-kacangan itu jangan dipandang sebelah mata lho. Meski tampak sepele dan murah harganya, tapi kualitas proteinnya tidak kalah dengan daging sapi, daging ayam, susu, keju, dan lain sebagainya.
Ketiga, bijaklah dalam mengonsumsi protein ya. Seringkali sumber protein datang keroyokan dengan teman-temannya, namanya lemak. Sering lihat kan, daging sapi ada campuran putih-putih sedikit, nah itu dia si teman protein yang harus diwaspadai. Hehehe.
Jika memang ingin mengonsumsi protein, pilihlah daging yang tanpa lemak. Kalaupun sudah terlanjur beli daging dapat yang berlemak, agak repot sedikit gapapa dong, dipisahin dan dibuang lemaknya, demi kesehatanmu sendiri kan.

2. Gula

Nah, gula ini sering banget dijadikan kambing hitam atas beberapa penyakit yang datang menghampiri. Padahal kan, meski menyebabkan penyakit, gula ini juga punya manfaat. Ingat, Tuhan menciptakan segala sesuatu selalu ada hikmah/manfaatnya. Nah, salah satu manfaat gula yaitu sebagai penyumbang kalori yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi sel-sel di dalam tubuh kita.
Ibaratnya mobil, gula itu sebagai BBM-nya. Jika BBM tidak mencukupi maka mobil akan terganggu fungsinya, mogok kan. Sama saja dengan gula di dalam tubuh. Jika kebutuhan energi sel-sel di dalam tubuh kita tidak disuplai oleh gula, maka ada gangguan fungsi sel tersebut. Yang paling mudah tampak dari luar tubuh, ya terasa lemas tak bertenaga dan gangguan fungsi organ lainnya.
Tidak jauh berbeda dengan protein tadi, mengonsumsi gula juga harus dalam batas wajar, seimbang, dan sesuai kebutuhan ya. Jika dikonsumsi secara tepat, insya Allah gula tidak menyebabkan penyakit. Mulai sekarang, jangan sampai stop konsumsi gula ya. Cukup batasi asupannya sesuai kebutuhan yang wajar saja.

3. Lemak

Lemak kayaknya juga jadi musuh besar banyak orang nih, terutama orang-orang yang lagi diet. Disinyalir lemak inilah yang bertanggung jawab terhadap buncitnya perut seseorang. Padahal, lemak tidak salah apa-apa, hehehe. Lagi-lagi saya ingatkan bahwa Tuhan menciptakan lemak juga ada maksud dan manfaatnya, tidak hanya ada mudaratnya saja. Salah satu manfaat lemak yaitu membantu mengangkut vitamin-vitamin tertentu (vitamin larut lemak, vitamin A, D, E, K), sebagai lapisan/bantalan di bawah kulit untuk menstabilkan suhu tubuh. Itulah mengapa orang gendut lebih tahan udara dingin daripada orang kurus, karena ada semacam insulatornya, hahaha.
Lalu bagaimana mengonsumsi lemak agar tetap aman dan sehat? Pilihlah sumber lemak tak jenuh, lemak ini lebih sehat dan aman untuk tubuh, misalnya alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, lemak dari ikan, dan lain sebagainya.
Tetap perlu diingat, segala sesuatunya harus dalam jumlah yang wajar dan seimbang ya. Jangan berlebihan dan jangan pula benar-benar stop tidak mengonsumsi lemak, berbahaya untuk metabolisme di dalam tubuh.

Nah, itu dia ketiga mitos zat gizi yang sering dianggap musuh bagi tubuh, padahal sebenarnya merupakan zat gizi yang masih dibutuhkan tubuh, namun dalam jumlah yang tepat, wajar, dan seimbang. Ingat-ingat yaaa...

Tulisan ini diikutsertakan dalam Challenge SETIP With Estrilook #day4

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

21 comments:

  1. Ternyata ya banyak yang salah tentang ini terimakasih dan rekomendasi banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Miss Juli.
      Makasih sudah mampir di www.bundamami.com

      Hapus
  2. kalo gula dan lemak iya udah tau, tapi kalo protein kebanyakan ternyata enggak boleh itu saya baru tau, heu, wkwkwk. kemana aja yes saya selama ini, kirain mah banyak2 makan telor malah bagus karena banyak protein tapi ternyata tetap ya yang berlebihan enggak baik, hehe. makasih bun sharingnya ~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo kebanyakan telor bisulan lho mbak, hwkwkwkwk...
      Makasih juga sudah mampir di www.bundamami.com

      Hapus
  3. "Segala sesuatu dalam jumlah seimbang" Like this mbaaak. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyappp,,, semua harus seimbang.
      Makasih sudah mampir di www.bundamami.com

      Hapus
  4. Sepakat, Mba. Semua sudah ada takarannya masing-masing. Ketika berlebih, di situlah letak permasalahannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak Hae. Ketika berlebih atau kurang malah jadi masalah. Kalo pas seimbang, insya Allah amaaan. Hehe.
      Makasih sudah mampir di www.bundamami.com

      Hapus
  5. Semua makanan itu penting yang penting tidak berlebihan saja dalam mengkonsumsi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mbak Seftina.
      Makasih sudah mampir di www.bundamami.com

      Hapus
  6. Betul mba..yang penting masih dalam batas wajar ya. Makasih sharingnya.

    BalasHapus
  7. Intinya semua dikonsumsi sesuai dengan porsinya ya mb...tidak berlebihan. Oke mb, trmksh informasinya...

    BalasHapus
  8. Nice info mbak, serasa belajar zaman SD lagi. Makasih.
    Kadang kita memang jadi ketakutan sendiri dengan beberapa zat yg diperlukan, seperti protein, gula, dan lemak.

    BalasHapus
  9. Bener banget, sesuatu bila berlebihan itu nggak baik jadinya.
    Makasih sharingnya Mbak.
    Btw, jangan-jangan saya lemas karena kurang gula, bisa bikin teh manis panas nih pagi-pagi...
    *lagi pingin ngeteh aja saya pakai alasan kurang gula, hehe...

    BalasHapus
  10. Wahhh keren infonya jd bisa meluruskan pndangan seputar protein, lemak dan gula. Intinya smua yg serba lebih jdinya gk baik buat kesehatan. Thx mb sharingnya...

    BalasHapus
  11. nice info mbak ... asal penggunaannya tidak berlebih semua aman y Mbak untuk kesehatan ...

    BalasHapus
  12. Intinya tetap makan seimbang ya mbak. Apapun yang jumlahnya berlebihan pasti nggak baik buat tubuh. Sebaliknya makanan seimbang dan beraneka ragam akan memenuhi kebutuhan tubuh utk tetap sehat dan beraktivitas optimal. Salam sehat

    BalasHapus
  13. Kalau info kesehatan di WA mah saya biasanya juga cek dan ricek dulu. Kadang sudah diedit-edit oleh yg menyebarkan. Fiuhh...
    Tentang konsumsi protein, gula, dan lemak emang harus sewajarnya, ya. Ga perlu dihindari tapi diatur. Yang halal dari Allah ga seharusnya diharamkan, dong :)

    BalasHapus
  14. Intinya kudu hidup seimbang. Jangan kekurangan tapi jangan pula berlebih. Protein hewani baik, tapi kalau over banyaknya yg dikonsumsi juga tak baik. Lemak yg disangka gak baik malah ternyata baik, dalam porsi cukup, untuk menambah energi. Hehe. Kalau gak ditekankan lagi begini...yg baca memang bisa salah kaprah

    BalasHapus
  15. Noted Bunda Mami, intinya semua kalau dikonsumsi dengan kadar yang pas sesuai kondisi tubuh maka semuanya bisa berguna ya

    BalasHapus
  16. sebetulnya yang paling penting tuh, semuanya nggak serba kebanyakan sih. kalau kebanyakan gula nggak baik, kebanyakan lemak juga nggak baik, kebanyakan protein juga. saya bahkan kemarin baru tahu kalau makan protein itu harus dibarengi dengan sayur dan buah supaya bisa diserap tubuh secara sempurna. kalau nggak ya akan sia-sia saja.

    kalau menghindaei lemak, gula, dan protein. yaaaa gimana yaa. lemes lah pasti. konsumsinya saja dibatasi. gitu kan ya mbak?

    makasi sharingnya mbak

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak melalui komentar di sini yaaa.
Terima kasih sudah mampir di Bundamami Story.