Kenali Perbedaan Editor dan Copyeditor

Kenali Perbedaan Editor dan Copyeditor


Mungkin sebagian dari kita kadang bingung, apa sih bedanya editor dan copyeditor? Dulu, saya pun bingung dengan kedua istilah tersebut. Namun, setelah memahami seluk beluk dunia penyuntingan dan penerbitan, saya pun makin paham.


Perbedaan editor dan copyeditor ini bisa dilihat dari beberapa sudut pandang. Misalnya dari sudut pandang pembagian tugas/kewenangannya, dari segi metode kerjanya, atau bahkan dari sisi besaran tarif/fee yang diterima. Namun, di tulisan kali ini saya hanya membahas perbedaan editor dan copyeditor dari segi tugas dan kewenangannya. 



Perbedaan Tugas Editor dan Copyeditor

Dalam pembahasan ini kita akan berfokus pada mengenali perbedaan tugas/kewenangan editor dan copyeditor. Untuk tugas dan kewenangan di sini saya menggunakan konteks usaha penerbitan ya, bukan konteks bidang kerja yang lain.



Editor

Editor memiliki tugas/kewenangan dalam mengelola dan melihat naskah secara makro (holistis). Secara makro ini maksudnya editor bertanggung jawab pada proses: 


Tugas Editor
(sumber: Canva Pro)

1. Mendapatkan Naskah

Editor harus mampu mendapatkan naskah yang berkualitas baik untuk diterbitkan. Entah itu melalui platform menulis, komunitas menulis, maupun perorangan yang berprofesi di bidang tertentu dan diminta menulis sesuai keahlian masing-masing. 


Editor juga harus luwes dalam menjalin hubungan dengan penulis. Hal ini berarti editor mampu memahami seluk-beluk tujuan naskah tersebut dibuat, sehingga dapat menyajikan naskah tersebut dalam versi terbaiknya. Tugas ini biasanya di-handle oleh editor akuisisi. 


2. Menilai Naskah

Editor seolah memiliki penerawangan untuk melihat kelebihan atau keunikan sebuah naskah/tulisan. Selain itu, editor juga harus mampu melakukan benchmarking dengan buku-buku serupa yang sudah terbit sebelumnya dan/atau dari penerbit lain. Editor pun harus menimbang dan memutuskan sebuah naskah layak atau tidak untuk diterbitkan. 


3. Merencanakan Konsep Naskah

Konsep naskah ini meliputi konsep kover dan tata letak isi. Editor harus mempunyai gambaran riil seperti apa bukunya akan terbit dan tersaji di hadapan pembaca. Mulai dari penempatan judul, warna, dan objek pada gambar kover, hingga tata letak isi dalam buku, semua direncanakan oleh editor bersama tim. 


4. Menyunting Substansi/Materi

Nah, di bagian inilah tugas editor dan copyeditor beririsan. Editor bertanggung jawab dalam hal penyuntingan secara substansi isi. Sementara itu, copyeditor bertanggung jawab dalam hal penyuntingan secara mekanis. 


Dalam hal ini, editor juga harus memberi arahan dan mengecek hasil kerja yang telah dilakukan oleh anggota timnya, yaitu copyeditor, layouter, proofreader, dll. Termasuk editor juga harus menyetujui naskah pracetak untuk diproses naik cetak.


5. Membuat Sinopsis atau Blurb 

Sinopsis/blurb di kover belakang sebuah buku merupakan salah satu media promosi untuk penjualan buku tersebut. Editor harus mampu membuat sinopsis/blurb yang komplit dan mengena. 


Editor tidak hanya mampu menuliskan ringkasan isinya saja, tetapi juga harus mampu mengulas bagian-bagian paling menarik dalam naskah. Harapannya, agar penjualan buku tersebut melonjak tinggi dan mampu bersaing dalam pemasaran di toko buku online & offline.


6.  Mengawal Proses hingga Terbit

Editor memimpin timnya untuk bertanggung jawab mengawal proses suatu naskah, mulai dari pracetak hingga terbit. Itulah mengapa editor disebut harus mampu melihat naskah secara holistis. 


Seorang editor memiliki lingkup kerja tidak hanya duduk di belakang meja, tapi juga hingga ke luar ruangan. Terutama jika harus menemui penulis dan pihak-pihak terkait untuk melakukan riset perencanaan sebuah buku. 


Tugas Copyeditor
(sumber: Canva Pro)


Copyeditor

Di tulisan sebelumnya, Mengenal Profesi Copyeditor, saya sudah menjelaskan tentang tugas-tugas seorang copyeditor. Secara garis besar, copyeditor bertanggung jawab dalam proses penyuntingan mekanis, meliputi: tata bahasa, kaidah ejaan, hingga aturan tata kalimat, paragraf, penulisan huruf kapital, dan lain sebagainya.


Copyeditor harus memastikan sebuah naskah layak dibaca dengan nyaman, tanpa adanya kesalahan dan/atau kejanggalan di mata pembaca. Copyeditor pun harus paham bagaimana membuat alur bacaan lebih menarik dan membuat pembaca termotivasi untuk membacanya hingga selesai.


Jika dibandingkan editor yang memiliki lingkup kerja secara makro, maka copyeditor memiliki lingkup kerja secara mikro atau lebih spesifik di satu area, yakni penyuntingan mekanis. Dengan lingkup kerja mikro, maka pekerjaan copyeditor dapat diselesaikan di dalam ruangan atau duduk di belakang meja seperti pekerja kantoran biasanya.



Penutup

Nah, itulah perbedaan ruang lingkup kerja, hingga tugas/kewenangan antara editor dan copyeditor. Dalam suatu lembaga/penerbit kecil, biasanya tidak terlihat jelas batas antara tugas editor dan copyeditor. Namun, jika penerbit sudah berkembang besar dengan banyak pembagian bidang kerja, maka perbedaan editor dan copyeditor ini semakin terlihat jelas bedanya. 


Setelah mengetahui perbedaan editor dan copyeditor, kira-kira kalian lebih suka tantangan bekerja sebagai editor atau copyeditor? Ceritakan di komen, yuk!


Be First to Post Comment!

Post a Comment

Silakan tinggalkan jejak melalui komentar di sini yaaa.
Terima kasih sudah mampir di Bundamami Story.

Custom Post Signature