6c2y5xLulMkOYYgEXrgPjC5Lx3Je6RzEo1m3mFkw

Custom Post Signature

Bookmark

Mengenal Istilah Kepenulisan di Zaman Now

Istilah Kepenulisan

Hai halo sobat Bundamami... Masih semangat membaca bahasan tentang dunia literasi? Jika beberapa minggu lalu saya banyak membahas tentang penyuntingan, copyeditor, dan review buku. Maka, minggu ini saya akan membahas tentang beberapa istilah dalam dunia kepenulisan zaman now


Dunia Literasi Zaman Now

Kenapa harus zaman now? Memangnya istilah-istilah literasi di sini berubah seiring waktu? Berubah-ubah banget sih enggak terlalu, ya. Cuma memang ada beberapa istilah kepenulisan yang sekarang makin nge-hits di masyarakat.

Istilah dalam bidang kepenulisan ini penting banget dipahami jika kalian memutuskan untuk menggeluti dunia literasi, misalnya menjadi penulis/editor, untuk mengenal profesi copyeditor, copywriter, dll.

Sebelum ikut menggunakan istilah-istilah tersebut, tentunya kalian harus tahu lebih dulu tentang makna dan cara penggunaannya, kan. Yuk, lanjut kita baca beberapa istilah dalam dunia kepenulisan di zaman now.

Memahami Istilah Kepenulisan agar Proses Menulis Lancar


1. Genre Penulisan (Writing Genre)

Genre merupakan istilah serapan dari bahasa asing, yang maknanya berupa jenis atau ragam untuk mengelompokkan karya sastra/tulisan ke dalam kategori tertentu. Jadi, genre ini ibaratnya laci-laci pada kontainer plastik. Fungsinya untuk mengelompokkan berbagai tema tulisan. 

Genre penulisan biasanya dibedakan menjadi 2 kelas besar, yakni fiksi dan nonfiksi. Kategori fiksi : horor, romance, komedi, thriller, fantasi, science-fiction, fiksi historis, dll. Sementara itu, untuk kategori nonfiksi : masih seputar karya tulis ilmiah, esai, artikel, tips, catatan sejarah, dll. Di tulisan selanjutnya, saya akan menjelaskan lebih detail tentang ciri khas masing-masing kategori tadi. 


2. Gaya dan Tone Penulisan (Writing Style and Tone)

Setiap penulis pasti memiliki ciri khas/gaya penulisan tersendiri. Gaya penulisan ini biasanya unik, terlepas itu memang gaya asli penulis tersebut atau hasil benchmarking si penulis dengan penulis lain yang menjadi idolanya. 

Gaya penulisan mencakup beberapa jenis, misalnya formal, ilmiah, kreatif, informal, dll. Gaya penulisan ini juga dapat menyiratkan tone of writing yang dipakai penulis.

Tone penulisan (tone of writing) merupakan sikap penulis terhadap tema yang sedang dibahas, bisa saja serius, ilmiah, formal, maupun santai dan lebih bebas kreatif, tergantung pada segmentasi pembacanya.


3. Struktur dan Tata Bahasa (Writing Structure and Grammar)

Struktur di sini menunjukkan ciri khas sesuai genre yang sedang dibahas. Setiap genre dan subkategori memiliki struktur dan tata bahasa tersendiri yang sudah baku digunakan dalam setiap jenis karya tulisan. 

Tata bahasa sangat memengaruhi bentuk sebuah tulisan. Dalam genre fiksi, biasanya kita dapat menggunakan tata bahasa dan ejaan yang lebih bebas sekreatif mungkin. Berbeda dengan tulisan bergenre nonfiksi yang lebih serius, tata bahasa pun harus mengikuti sesuai dengan aturan baku yang berlaku. 


4. Swasunting (Self Editing)

Swasunting ini merupakan salah satu proses/tahap yang harus dilakukan oleh seorang penulis, sebelum mengirim karya tulisnya ke pihak lain, seperti penerbit, redaktur media massa, maupun editor. Kalau sudah ada editor dan copyeditor, kenapa penulis harus capek melakukan swasunting?

Eiitss... Proses swasunting ini cukup penting dalam dunia kepenulisan karena swasunting dapat meningkatkan kredibilitas dan kualitas seorang penulis di mata pihak lain. Tentunya kalian ingin dikenal sebagai penulis yang berkualitas tinggi dengan hasil tulisan yang rapi serta sesuai aturan penulisan, kan?

Istilah Penting dalam Kepenulisan


Penutup

Nah, itulah keempat istilah yang banyak digunakan dalam dunia kepenulisan di zaman now. Kalian, mau tahu istilah kepenulisan apa lagi? Share opini kalian di kolom komentar, ya. Thanks for reading!

Post a Comment

Post a Comment

Silakan tinggalkan jejak melalui komentar di sini yaaa.
Terima kasih sudah mampir di Bundamami Story.