#AyoHijrah Jauhi Riba Hidup Berkah Bersama Bank Muamalat Indonesia


Assalamualaikum wr. wrb.

Hai hai sobat Bunda, kali ini saya ingin membahas mengenai pengalaman menggunakan layanan perbankan dari sebuah bank syariah terkemuka di Indonesia. Bank mana, tuh? Pastinya hanya Bank Muamalat Indonesia, bank yang pertama kali menerapkan sistem murni syariah di Indonesia. Sejak didirikan pada 1992, PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. berkomitmen untuk menjadi bank syariah terbaik dan termasuk dalam 10 besar bank di Indonesia yang eksistensinya diakui di tingkat regional.

Pertama kali menggunakan layanan perbankan dari Bank Muamalat Indonesia ini, saat saya akan membuka tabungan haji. Berbeda dengan suami saya, yang sudah menjadi nasabah Bank Muamalat Indonesia sejak masih kuliah, sudah lama banget, dong. Pelayanan di Bank Muamalat Indonesia ini memang benar-benar kualitas premium menurut saya. Petugasnya ramah dan sopan banget. Gak jutek sama sekali. Produk layanannya juga sangat beragam dan mampu memenuhi kebutuhan semua segmentasi masyarakat. Dari mulai tabungan biasa, tabungan pendidikan, deposito, hingga untuk keperluan ibadah. Komplit banget.

Kisah di balik upaya kami untuk menggenapi tabungan haji agar bisa mencapai nominal 25 juta/orang sehingga dapat diajukan untuk memperoleh nomor antrian keberangkatan di Departemen Agama, sungguh bukanlah sesuatu yang mudah. Kami mengumpulkannya sedikit demi sedikit dari penghasilan dengan berhemat di sana-sini dan sekuat tenaga menahan diri dari segala godaan belanja yang terkutuk, hehehe.

Kami juga meningkatkan porsi sedekah dan ibadah kami. Menurut beberapa ustadz yang terkenal di TV itu, jika ingin doa kita lebih cepat dikabulkan oleh Allah, maka tambah lagi sedekahnya. Awalnya sih saya tidak 100% percaya, (ya iyalah, kita gak boleh percaya sama ustadz, kita hanya boleh 100% percaya pada Allah dan rasulNYA, hehe). Menurut saya itu mungkin hanya berlaku untuk para ustadz dan alim ulama, yang ilmu agama serta kualitas ibadahnya sudah tingkat tinggi, yang sudah sangat dekat dengan Allah. Wah, kalau begitu apa kabar dengan saya, yang ibadahnya pas-pasan gini, ustadzah bukan, alim ulama juga bukan. Apa iya bisa mengikuti anjuran mereka untuk bersedekah dengan jumlah yang fantastis agar doanya cepat terkabul? Kayaknya gak mungkin deh. Tapi, rasa penasaran itu ada.

Penasaran ingin membuktikan validitas ceramah para ustadz tentang sedekah itu, perlahan kami tambah pos-pos sedekah. Meski tidak banyak (bahkan terbilang sangat kecil), tapi kami usahakan konsisten jumlah dan waktunya. Sambil terus berdoa tanpa kenal lelah. Kemudian kami juga berusaha mendirikan shalat tepat waktu. Meski cukup sulit di awal adaptasi, namun akhirnya bisa terbiasa. Dan juga 1 hal yang paling kami hindari yaitu riba.

Jika kami ingin membeli barang, kami memilih untuk menabung terlebih dahulu, setelah dirasa dananya cukup di tabungan, kami baru membeli secara cash. Bahkan, untuk mobil yang saat itu memang kami butuhkan, karena cuaca di daerah kami cukup anomali kadang hujan dan tiba-tiba panas kembali, sementara jika kami berkendara dengan sepeda motor sudah tidak memungkinkan lagi, (naik motor sekeluarga yang cuma 4 orang ini sudah berasa kayak beruang sirkus naik sepeda roda 1, belum lagi kalau tiba-tiba hujan, semakin bikin ngakak tuh beruang sirkus, hahaha).
Saat itu, kami sudah cukup bahagia dengan membeli mobil bekas, karena dana yang ada saat itu memang cukup untuk sebuah mobil bekas nan imut. Gapapalah bekas, tapi kondisi masih mulus karena memang baru 1 tahun dipakai oleh pemilik yang pertama, semua masih berfungsi optimal, dan yang terpenting kami tidak terlilit hutang riba, karena kami sungguh ngeri membaca efek dari riba tersebut. Menurut ceramah para ustadz di TV dan youtube, riba itu diharamkan bahkan sejak dahulu sebelum islam hadir. 
Allah SWT berfirman, “Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya.” (QS. An Nisaa’: 161).  Maksudnya adalah riba ini sudah dilarang sejak dahulu pada syari’at sebelum Islam. (Mughnil Muhtaj, 6/309)
Sudah banyak ulama yang menyerukan untuk menghindari riba, karena dosa riba itu sungguh tidak main-main pembalasannya. Beneran ngeRIBAnget, lho.
Rasulullah SAW bersabda,

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Bahkan yang menurut saya paling ngeRIBAnget itu, jika praktik riba sudah merajalela di suatu negeri, maka secara tersirat negeri tersebut layak mendapat azab dari Allah. Ya ampun, naudzubillahimindzalik. Semoga Indonesia bukan termasuk negeri yang layak diazab. Aamiiin.
Rasulullah SAW bersabda,

Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diazab oleh Allah.” (HR. Al-Hakim. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Imam Adz-Dzahabi mengatakan, hadits ini shahih. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi, sebagaimana disebut dalam Shahih At-Targhib wa Tarhib, no. 1859)
Sejak 2 tahun lalu, dengan segala daya upaya mendekatkan diri pada Allah dan menjauhi riba, akhirnya saya dan suami mempunyai tabungan haji di Bank Muamalat Indonesia. Sudah terdaftar ke Departemen Agama dan mendapat nomor antrian keberangkatan pula. Meski keberangkatannya masih beberapa tahun lagi (masih lama banget), namun kami sudah cukup bahagia dengan hal ini. Setidaknya kami sudah berusaha melangkah mempersiapkan dan memantaskan diri untuk menjadi tamu di Baitullah.


Mengapa harus Bank Muamalat, sih?

Untuk keperluan menabung, mendaftar haji dan deposito, sengaja saya pilih bank syariah yang sudah terbukti kualitas pelayanannya, yaitu Bank Muamalat Indonesia. Kan, banyak tuh bank-bank syariah sekarang ini, lantas mengapa harus Bank Muamalat, sih? Karena:
  • Bank Muamalat merupakan bank pertama yang murni syariah di Indonesia.
  • Bank Muamalat tidak menginduk dari bank konvensional lain, jadi sudah terjamin kemurnian sistem syariah yang digunakan.
  • Pengelolaan dana di Bank Muamalat ini didasarkan pada prinsip ekonomi syariah yang diawasi langsung oleh Dewan Pengawas Syariah.
  • Bank Muamalat memiliki produk dan layanan keuangan cukup lengkap dan ditunjang berbagai fasilitas canggih hingga ke luar negeri. Fasilitas tersebut antara lain: Mobile Banking, Internet Banking, jaringan ATM, dan kantor cabang yang tersebar di banyak daerah di Indonesia.



#AyoHijrah Berani Lebih Baik


Pada Oktober 2018 lalu, Bank Muamalat meluncurkan kampanye #AyoHijrah. Dalam kampanye tersebut, Bank Muamalat Indonesia mengajak masyarakat Indonesia untuk berubah menjadi lebih baik dalam menjalankan ajaran Islam yang sempurna dan menyeluruh (kaffah). Berhijrah di sini maksudnya tidak hanya aktivitas yang menyangkut ibadah lho. Tetapi juga aktivitas keseharian lainnya, termasuk pengelolaan keuangan, khususnya dalam layanan perbankan.

Hijrah itu memiliki makna berpindah, dengan tujuan untuk menjadi lebih baik tentunya. Hijrah bisa diterapkan pada segala sesuatu yang lebih luas maknanya. Mulai dari menghijrahkan diri secara lahir maupun batin. Misalnya secara lahir, dari yang tak berjilbab berhijrah menjadi berjilbab. Secara batin, dari yang suka gosipin orang, berhijrah lebih menahan diri tidak berghibah, memanfaatkan waktunya untuk fokus pada hal-hal yang lebih produktif sehingga tidak sempat memikirkan untuk menggunjingkan orang lain, dan masih banyak lagi. Dalam dunia perbankan, juga dikenal hijrah dengan beralih menggunakan jasa layanan perbankan yang menggunakan sistem syariah, seperti yang sedang dikampanyekan oleh Bank Muamalat Indonesia itu.


Kampanye #AyoHijrah ini bentuknya apa saja sih?

Bank Muamalat Indonesia itu kreatif banget lho mengemas pesan kampanye #AyoHijrah dalam kegiatan-kegiatan yang menarik. Misalnya seminar dan edukasi mengenai perbankan syariah, membuka booth di tempat-tempat acara yang melibatkan masyarakat luas, mengadakan kajian islami dengan para ulama sebagai narasumbernya, membantu memberdayakan masjid-masjid untuk menjadi agen perbankan syariah, dan masih banyak lagi.

Selain mengadakan kegiatan-kegiatan tersebut di atas, Bank Muamalat juga melengkapi kampanye #AyoHijrah ini dengan berbagai perubahan layanan yang insya Allah akan lebih berkah dan produktif. Benar-benar totalitas yang patut ditiru kampanye #AyoHijrah ini. Perubahan layanan itu berhubungan dengan beberapa nama layanannya, misalnya: tabungan iB Hijrah, tabungan iB Hijrah Haji dan Umrah, tabungan iB Hijrah Rencana, tabungan iB Hijah Prima, tabungan iB Hijrah Prima Berhadiah, Deposito iB Hijrah, Giro iB Hijrah, dan Pembiayaan Rumah iB Hijrah. Tambah keren kan nama-nama produk Bank Muamalat Indonesia kini?!?

Meski hanya penambahan kata "Hijrah" pada semua nama layanannya, namun tidak menampik bahwa perubahan nama itu juga diikuti peningkatan kualitas layanan serta memberi efek positif bagi nasabahnya. Setidaknya jadi lebih tenang dan tentram di hati, karena sudah berusaha berhijrah melalui penggunaan layanan perbankan syariah ini.

Dengan kampanye #AyoHijrah ini, Bank Muamalat Indonesia bercita-cita menjadi pusat Ekosistem Ekonomi Syariah dan turut serta membangun industri halal di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi terkini. Semoga segera terwujud. Aamiiin.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai program #AyoHijrah ini, kalian bisa berkunjung ke sini, atau ke Media sosialnya di FacebookInstagramTwitterYoutube.

Jika kalian sudah ada niat untuk berhijrah, (berhijrah dalam hal apapun itu, termasuk untuk layanan perbankan), maka segerakanlah. Jangan menunggu lagi. Karena yakinlah Allah akan menyertai, membimbing, dan menolong jika niat kalian murni karena Allah. Jangan patah semangat jika di tengah proses berhijrah Allah mengujimu dengan berbagai cobaan. Mungkin Allah ingin membersihkan dirimu dari dosa-dosa terdahulu. Jadi ketika kamu sudah mantap di jalan hijrah, kamu akan memasuki kehidupan baru yang berkah, tentram, dan tidak lagi bergelimang dosa. Insya Allah.

Semangat #AyoHijrah, Berani Lebih Baik, Jauhi Riba, Hidup Berkah!


Wassalamualaikum wr. wb.













Sumber ayat dan hadist: www.rumaysho.com

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

11 comments:

  1. semoga sy dan kelg jg dimampukan menabung haji sperti mb😍salam knal mb 💕

    BalasHapus
  2. Masyaallah terharu baca kisah hijrahnya bun, semoga dimudahkan selalu utuk menjadi lebih baik. Aamiin. Suami sih sudah pakai bank syariah nih, tapi saya belum hihi. semoga dimudahkan nanti ganti bank syariah.

    BalasHapus
  3. saya sendiri belum punya akun bank muamalat, hanya saja kami (saya dan paksu) menggunakan asuransi takaful dan kredit rumah melalui bank Muamalat. pelayanananya memuaskan

    BalasHapus
  4. Inspiratif sekali kisahnya, Mbak. Saya juga lagi kepoin bank muamalah ini mbak. Sangat terbantu baca tulisan ini

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah, semoga istiqomah terjauh dari riba, ya, mbak. Terima kasih sharingnya.

    BalasHapus
  6. Semoga bisa istiqomah bunda! Kalau saya Terus terang masih belajar bunda. Belum sepenuhnya bisa.

    BalasHapus
  7. Buka tabungan Haji enaknya di Muamalat ya, Mba. Aku jadi tertarik. #AyoHijrah

    BalasHapus
  8. Ingin kayak bunda Mami, kalau mau barang yg memang dibutuhkan mending nabung dulu baru cash, bekas tak apa yg penting bebas dari riba :)

    BalasHapus
  9. semoga kami juga bisa segera membuka tabungan haji mbak dan segera terbebas dari riba (masih punya hutang KPR) rumah...hiks

    BalasHapus
  10. Alhamdulillah... tabarakallah.. semoga makin lancar rizkinya ya mbak. Tekad bersih dari riba pasti banyak pertolongan dari Allah

    BalasHapus
  11. Alhamdulillah...nabung untuk dapat kursi hanya butuh 2 tahun. Jadi malu sendiri. Saya sejak awal nikah sudah punya tabungan haji namun tak jua terisi penuh. Hiks. Trims sudah disadarkan. Berarti harus tambah porsi sedekah N jauhi riba

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak melalui komentar di sini yaaa.
Terima kasih sudah mampir di Bundamami Story.