6c2y5xLulMkOYYgEXrgPjC5Lx3Je6RzEo1m3mFkw

Custom Post Signature

Bookmark

Temukan Kenangan bersama Ibu dalam Hangatnya Seduhan Teh Walini

Segarnya-Alam-dalam-Setiap-Tegukan-Walini

Halo Sobat Bundamami!

Tahu enggak, ternyata menyesap secangkir teh hangat selalu punya cara ajaib untuk memutar kembali memori. Terutama saat-saat bersama sosok yang kita sayangi, misalnya Mama. 

Mamaku meninggal dunia di tahun 2009. Ada ruang kosong di sudut hati yang sulit sekali diisi, sejak Mama berpulang.

Dulu, sore hari adalah waktu favorit kami. Di meja makan, ditemani kepulan asap teh melati yang aromanya memenuhi ruang makan mungil, kami bertukar cerita. Mama selalu bilang, "Teh itu bukan cuma minuman, tapi sarana bicara jujur dari hati ke hati."

Namun, sejak kepergiannya, aroma teh melati yang dulu menenangkan, justru membuatku perih. Aku berhenti menyeduh teh, seolah-olah menghentikan tradisi itu akan mengurangi rasa rinduku pada Mama.

Temukan-Kehangatan-Ibu-Bersama-Walini

Ternyata, langkahku kembali menemukan jalannya saat aku tidak sengaja mampir ke booth Teh Walini di acara #StoriesMeetBrands. Awalnya aku hanya berniat melihat-lihat, tapi penjelasan dari tim Walini dan aroma yang mereka sajikan membuatku tertegun. 

Sore itu, tegukan teh Walini seolah membawaku kembali ke pelukan Mama. Rasanya begitu murni, bersih, dan menenangkan.

 

Walini dan Raja Teh Legendaris 

Setelah berbincang dengan tim Walini, aku baru menyadari bahwa Teh Walini bukan sekadar teh biasa seperti yang sering kita temui di supermarket. Teh ini salah satu produk kebanggaan Indonesia yang dikelola oleh PTPN VIII

Sejarah teh Walini sangat panjang dan legendaris. Perkebunannya sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, tepatnya sejak akhir abad ke-19.

Salah satu yang paling ikonik adalah Perkebunan Malabar di Pangalengan, yang dulu dipimpin oleh sang "Raja Teh" legendaris, K.A.R. Bosscha. Bayangkan, teh Walini yang kita minum ini berasal dari pucuk-pucuk daun teh pilihan yang ditanam di ketinggian tanah 700 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut. 

Tanah vulkanik Jawa Barat yang subur dan udara pegunungan yang sejuk, itulah kombinasi unik yang menciptakan karakter rasa teh Walini yang kuat dan kaya akan antioksidan (polifenol) alami.

 

Teh Walini Masa Kini 

Kelebihan Teh Walini dibanding merek lain adalah jaminan kualitasnya. Walini hanya menggunakan teh Grade 1 (Kualitas Ekspor)

Artinya, teh Walini yang sampai ke cangkir kita adalah kualitas yang sama dengan teh yang dikirim ke pasar internasional. Tanpa tambahan bahan kimia atau pewarna buatan, sehingga warna cerah dan aromanya benar-benar alami dari proses oksidasi daun teh itu sendiri.

Selain itu, Sobat Bundamami harus tahu ini. Sekarang, Walini sudah tampil lebih modern! Teh Walini hadir dengan berbagai varian rasa kekinian. 

Untuk anak-anak dan suami yang mungkin bosan dengan teh klasik beraroma melati biasa, Walini menghadirkan berbagai varian rasa buah yang lebih segar dan beraroma manis alami, seperti Lychee, Lemon, dan Blackcurrant.

Saat aku menyajikannya di rumah, anak-anak langsung jatuh cinta dengan varian Lychee yang aromatik. Sementara itu, suami sangat menikmati kesegaran Lemon Tea hangat setelah seharian bekerja.

Walini-Bukan-Sekadar-Teh-Biasa 

Kesimpulan

Sekarang, ritual minum teh sore hari kembali hidup di rumahku. Meski sosok Mama sudah tidak ada di sisiku, tapi nilai-nilai kehangatan yang ia ajarkan kini kuteruskan kepada anak-anakku. 

Bersama teh Walini, aku tidak hanya sekadar meminum teh, tapi sedang mengukir memori indah. Aku ingin anak-anakku kelak mengenang masa kecil mereka sebagai masa yang penuh cinta, senyaman aroma Teh Walini yang menemani obrolan kami setiap hari. 

Bagiku, kenangan terbaik dimulai dari rumah dan seringkali, dari secangkir teh yang dibuat dengan cinta oleh Bunda tersayang.

Kalau kamu kepo dan ingin mencicipi aneka varian rasa teh Walini yang kekinian, cusss buruan cek Instagram Teh Walini, dan segera borong teh Walini, ya! 

 

0

Post a Comment

Silakan tinggalkan jejak melalui komentar di sini yaaa.
Terima kasih sudah mampir di Bundamami Story.